DPR Akan Copot Kapolda Yang Terlibat Ilegal Mining
Wakil Ketua Komisi VII Effendi Simbolon (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Melihat maraknya penambangan liar (illegal mining) di Indonesia yang semakin carut marut, menginisiatif Komisi III DPR RI gelar rapat gabungan bersana Komisi VII yang membidangi Energi dan Pertambangan.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua Komisi VII Effendi Simbolon, rapat dengar pendapat (RDP) ini digelar dadakan. Komisi III mengadakan rapat untuk menerapkan rezim baru dari UU Minerba No 4 tahun 2009 karena saat ini telah memasuki sistem ijin, dimana semua IUP harus memiliki ijin.

"Penambangan liar bukan satu atau dua hari, dan semuanya menggunakan alat berat masa iya aparat tidak melihat. Ini yang ingin kita trace, dan setelah rapat ini kita akan undang Kapolri, juga semua pihak yang ada kaitannya dengan penambangan ini", tegasnya kepada Seruu.com ketika ditemui seusai RDP di gedung DPR RI, Rabu (5/12/12).

Effendi menyampaikan ada beberap point penting dalam rapat gabungan bersama Komisi III, yang salah satunya menegaskan bahwa UU Minerba memang sudah menjadi acuan yang clear.

Pihaknya juga memberikan gambaran ilegal mining juga menimbulkan masalah lain, salah satunya overlapping lahan juga overlapping ijin dari bupati. Seperti halnya di Kalimantan,   ada yang mempunyai ijin dari bupati, namun justru tambang ilegal yang dikelola. Dan modus ini disebut mirip dengan pembalakan liar. Dengan fakta ini, politisi PDIP menegaskan tidak segan mencopot Kapolda di daerah yang terlibat.

"Siapapun Kapolda yang terlibat, kita minta Kapolri mencopot. Izin juga masih belum tuntas, lebih dari 10 wilayah Polda ini,"ujarnya.

Lebih lanjut, Efendi mengatakan RDP ini mengambil banyak masukan untuk dijadikan bahan dalam rapat kerja sehingga akan menciptakan keputusan politik untuk pengelolaan SDA juga SDM sesuai dengan koridor undang-undang.

"Kalau ini di biarkan kita hanya tinggal secara de Yure saja kepemilikannya jadi milik orang Indonesia," tutupnya.[Ain/Wish]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU