ANI: Urus C & C Cukup Lewat Satu Pintu Tapi Banyak Jendela!
Ilustrasi Aktivitas pertambangan (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com – Berbelit-belitnya birokrasi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM dalam mengeluarkan ijin atau sertifikat Clear and Clean (C & C) selalu dikeluhkan pengusaha tambang, tidak hanya mengalamai stagnasi sejak diterbitkannya permen ESDM no 7 tahun 2012 yang telah direvisi menjadi Permen ESDM no 11 tahun 2012, pengusaha kini mengaku kelabakan dengan besarnya biaya yang dikeluarkan demi mendapatkan ijin C & C hingga kuota ekspor.

Meskipun dijanjikan Ditjen Minerba seperti dikatakan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Dede Suhendra Kamis (29/11/2012), telah ada loket pengurusan ijin C & C untuk pengurusan berkas syarat diterbitkannya sertifikat C n C bagi IUP agar lebih tertib dan semua permohonan yang terkait dengan perijinan hanya cukup melalui satu pintu, namun fakta yang terjadi di lapangan justru sebaliknya.

Seperti diungkapkan General Secretary Asosiasi Nikel Indonesia (ANI) Anton Santoso, persyaratan C & C menurutnya cukup melalui rekonsiliasi dengan memanggil kepala daerah, dan pemberian batas waktu tanpa harus mendapatkan sertifikat lagi. Dan disinilah menurutnya kerumitan birokrasi berawal, bahkan untuk mempermudah pengurusa C & C pihaknya mengaku paham berapa angka yang harus dibayar dan tidak sesuai jumlah tertulis agar cepat bisa melakukan ekspor.

“Di sana jadi tempatnya mau cepat atau susah, di Indonesia kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah? Banyak istilah satu pintu dan jendelanya banyak,” kata Anton kepada Seruu.com sore tadi, Selasa (11/12/2012).

Tidak dipungkiri dari keseluruhan anggota ANI dari sekitar 400 perusahaan tambang nikel hanya baru 60% yang dinyatakan C & C dari hasil terkahir rekonsiliasi pertambangan ke tujuh. Meskipun dijanjikan pelayanan satu pintu dengan penyelesaian waktu hanya dua minggu bila berkas-berkas IUP tersebut lengkap, namun menurut Anton problem terjadi justru saat para pemegang IUP memberikan data yang sellau dikatakan tidak lengkap oleh Ditjen Minerba, dan ketika pemegang IUP berusaha melengkapi berkas tersebut ternyata tidak ada upaya dari Ditjen Minerba untuk melakukan follow up lagi pada pemegang IUP.

“Nggak ada upaya aktif menghubungi apa kekurangan data dan lainnya, malah yang harus pro aktif pengusahanya. Belum lagi ijin ekspor, dan ekspor terbatas lari ke Kemendag karena wewenangnya sana. Tapi tetap ada persyaratan lain, yang utama sertifikat C & C ini butuh waktu lama,” tegasnya.

Telah dijelaskan dalam Permen ESDM No.11 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen ESDM No.7 Tahun 2012 melalui Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral, yang ditandatangani Menteri ESDM Jero Wacik pada 16 Mei 2012 pengusaha tambang mineral masih bisa mengekspor bijih mineral (ore atau raw material) setelah mendapatkan rekomendasi dari Menteri ESDM, yang diteruskan kewenangannya kepada Dirjen Minerba.

Permen baru itu ditetapkan setelah mempertimbangkan Permen 7 tahun 2012 dan Permendag No.29/M-DAG/PER/5/2012 tanggal 7 Mei 2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan. Dalam Permen no 11 tahun 2012 , di antara pasal 21 dan 22 disisipkan satu pasal yakni Pasal 21A yang berisi perusahaan pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR bisa menjual bijih mineral ke luar negeri jika telah mendapatkan rekomendasi Menteri c.q. Dirjen Minerba.

Rekomendasi tersebut akan diberikan setelah perusahaan memenuhi empat syarat yaitu, status Izin Usaha Pertambangan (IUP)-nya sudah C & C, telah melunasi kewajiban pembayaran keuangan kepada negara.

Sudah menyampaikan rencana kerja dan/atau kerja sama dalam pengolahan dan/atau pemurnian mineral di dalam negeri, penandatanganan pakta integritas. Dan diantara pasal 25 dan 26 disisipkan satu pasal yakni Pasal 25A yang berisi ketentuan lebih lanjut terkait tata cara pemberian rekomendasi dan konsultasi, diatur dalam Perdirjen Minerba.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU