Investor Asing Akui Habiskan Jutaan Dolar Hanya Untuk Urus C & C Saja
CEO PT STERN Raymond Malcolm (Foto: Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Telah diungkapkan banyak pengusaha tidak hanya dari asosiasi tidaklah mudah mendapatkan kuota ekspor ore atau raw material bagi perusahaan tambang sesuai aturan dalam Permen ESDM no 11 tahun 2012, setelah mendapatkan sertifikat C & C dari Direktorat Mineral dan Batubara Kementrian ESDM. 

Sesuai dengan ketetapan Menteri Perdagangan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29/M-DAG/PER/5/2012 Tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan IUP yang telah C & C tersebut harus mendapatkan ET (ekspor terbatas)-Produk Pertambangan yang hanya dapat dilakukan oleh IUP yang telah mendapat pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar Produk Pertambangan (ET-Produk Pertambangan) dari Menteri.

Kemudian memperoleh Persetujuan Ekspor dimana dalam pelaksanaan ekspor hanya dapat dilakukan oleh ET-Produk Pertambangan yang telah mendapat persetujuan ekspor. Lalu tahap selanjutnya adalah verifikasi Oleh Surveyor atau penelusuran teknis sebelum memuat barang yang dilakukan oleh Surveyor yang ditetapkan oleh Menteri. Survey tersebut disertai hasil analisa kualitatif komposisi dan kadar mineral yang terkandung dalam Produk Pertambangan.

Beberapa tahapan hingga mendapatkan ijin ekspor atau persetujuan ekspor ini dirasakan pengusaha maupun investor justru memperlambat proses ekspor, dimana tidak ada regulasi sederhana yang diberikan oleh pemerintah melalui satu pintu yang mudah diakses tanpa perlu mendatangi banyak Kementrian.

Seperti diungkapkan CEO PT STERN Raymond Malcolm yang merasa pihaknya sangat dipersulit dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah ini. Kepada Seruu.com ia mengatakan investor sangat dibingungkan dengan regulasi ini, hingga mengeluarkan dana jutaan dolar hanya untuk mengurus C & C saja namun sampai 6 bulan ini ijin C & C tersebut belum mereka kantongi.

“Kami melalui Kadin sudah bicara masalah kawan-kawan saya yang investasi mereka tidak tahu harus ke instansi mana, mereka keluarin duit sampai jutaan dolar tapi sampai 6 bulan ijin belum dapat, alasan Minerba nggak jelas karena peraturannya itu bikin nggak jelas,” tutur Raymond kepada Seruu.com, Selasa (11/12/12).

Besarnya biaya yang dikeluarkan hanya untuk pengurusan ini, diakui investor asal Jerman yang bergerak di sektor mangan ini tidak hanya menciptakan stagnasi selama 6 bulan dimana ia dan koleganya berinvestasi. Pada dasarnya sebagai investor ia sepakat dengan adanya C & C juga ditentukannya kuota ekspor, namun meski C & C sudah dikeluarkan oleh Minerba namun 5 bulan ini pihaknya belum juga bisa melakukan ekspor kembali lantaran ijin ekspor belum ia dapatkan dari Departemen Perdagangan.

Dengan panjangnya proses yang memakan banyak biaya tersebut, Raymond mengakui kini para investor kelabakan mencari investor lagi untuk membiayai proses operasional dan membangun smelter.

“Kalau ini IUP nya sudah 6 bulan stop, IUP nya nggak masalah tapi suruh bikin C & C dan kuota yang buat masalah. Sejak itu nggak pernah keluar ijinnya baru setelah 5 bulan dan Oktober kluar ijin C & C tapi ijin ekspor belum keluar, kami sanggup nggak masalah, tapi minta smelter, kuota, minta ini, minta itu jadi duit semua akhirnya duitnya habis nggak ada buat operation, sekarang uang operation habis kita cari investor untuk operation”, paparnya.

Raymond meminta kepada pemerintah agar membuat apply online yang mudah diakses untuk melengkapi persyaratan hingga mendapatkan kuota ekspor yang pasti cukup dengan satu pintu untuk menghindari indikasi terjadinya korupsi.

“Bikin saja satu pintu elektonik biar nggak jadi korupsi, sekarang nggak singkron antara Depdag dan ESDM, C & C nggak masalah asal transparan saja, paling tidak 1 minggu kita bisa C & C dan dapat kuota ekspor. Buat di internet saja apply satu pintu di ESDM, satu pintu apply kuota dengan teknologi IT, kalau sekarang nggak tahu mau kemana,” pungkasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU