Thamrin Sihite Akui 2 Staf Ditjen Minerba Dicopot Terlibat Pungli C&C
Dirjen Mineral dan Batu bara, Thamrin Sihite (Foto: Ain/Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Dirjen Minerba Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Thamrin Sihite menepis tudingan adanya negosiasi ilegal untuk pengurusan sertifikat C & C bagi IUP hingga dikeluarkan kuota ekspor. Menurutnya jika memang ada pengusaha maupun investor yang merasa menjadi korban pungutan liar "pungli" dalam birokrasi sudah seharusnya melaporkan perkara ini langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tidak hanya itu, Thamrin juga meminta pembuktian jika pungli tersebut memang terjadi di Direktorat Jendral Mineral dan Batubara KESDM, hal ini disampaikan Thamrin ketika ditemui seusai penandatanganan Zona Integritas Menuju Nilai Bebas Korupsi di lobi KESDM, Jumat (14/12/2012).

"Seperti Pak Menteri bilang itu apa buktinya kalau katanya-katanya susah, coba cek dulu siapa sih? Harusnya ngomong ke saya laporkanlah dia, KPK itu nggak usah katanya saja, lapor ke KPK nanti malah dapat hadiah dari situ karena dia bertanggungjawab kalau katanya katanya kan nggak ngerti kita", tutur Thamrin.

Pihaknya tidak memungkiri jika memang terjadi pencaloan dalam pengurusan C & C, bahkan diakui Thamrin sudah ada dua staf di Ditjen Minerba KESDM yang telah dicopot dari jabatannya akibat terlibat transaksi ilegal tersebut. Ia meminta agar tidak hanya disebarkan keluar isu pungli ini, namun harus ada pembuktian juga laporan ke dirinya agar bisa ditindak tegas.

"Itu jangan disebarkan katanya-katanya kalau memang ada masukkan, laporkan ke saya juga bisa. Nyatanya ada yang dipecat karena memang sudah terbukti di tempat kami, sudah dua dipecat bagian C & C ada dari bagian yang lain. Ini terbukti korupsi karena ada buktinya hitam di atas putih, jadi kita sudah ada satu pintu", ungkapnya.

Sebelumnya diungkapkan CEO PT STERN Raymond Malcolm yang merasa pihaknya sangat dipersulit dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah ini. Kepada Seruu.com ia mengatakan investor sangat dibingungkan dengan regulasi ini, hingga mengeluarkan dana jutaan dolar hanya untuk mengurus C & C saja namun sampai 6 bulan ini ijin C & C tersebut belum mereka kantongi.

“Kami melalui Kadin sudah bicara masalah kawan-kawan saya yang investasi mereka tidak tahu harus ke instansi mana, mereka keluarin duit sampai jutaan dolar tapi sampai 6 bulan ijin belum dapat, alasan Minerba nggak jelas karena peraturannya itu bikin nggak jelas,” tutur Raymond kepada Seruu.com, Selasa (11/12/12).[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU