Komisi III : Ilegal Mining Harus Diselesaikan Dari Akarnya!
anggota Komisi III DPR RI Ichsan Sulistyo (Foto: Aini/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Rapat gabungan antara Komisi III Bidang Hukum dan Komisi VII Bidang Energi Pertambangan DPR RI yang digelar Rabu (5/12/12) lalu dengan agenda rapat dengar pendapat (RDP) penerapan rezim baru dari UU Minerba No 4 tahun 2009 yang disampaikan Effendi Simbolon kepada Seruu.com mengingat saat ini telah memasuki sistem ijin, dimana semua IUP harus memiliki ijin dan dinyatakan C&C.

Sama seperti yang disampaikan Effendi, anggota Komisi III DPR RI Ichsan Sulistyo melihat peliknya permasalahan ilegal mining di Indonesia, membuat tertundanya keputusan atau hasil rapat gabungan dengan Komisi VII pekan lalu. Ia berpendapat, dalam ilegal mining yang terjadi selama ini terlalu menyudutkan aparat keamanan terlebih polisi. Dan sama halnya membenturkan polisi dengan rakyat.

"Sementara yang menikmati siapa? Bupati keluarkan IUP segitu banyak dengan konsekuensi tumpang tindih dan segala macam, dengan banyaknya IUP yang diterbitkan sementara bukan investor benar yang ambil. Rakyat mereka-reka, disitu ada tambang karena ada ijinnya, masuklah ini rakyat, yang dapat ijin investor yang angkut-angkut dan nggak ngerti nambang", ujar Ichsan kepada Seruu.com, Jumat (14/12/2012).

Akibat dikeluarkannya ribuan IUP dengan gampang oleh bupati ini yang ia sebut sabagai pemicu banyaknya permasalahan di sektor pertambangan. Politisi PDIP ini mengungkapkan bahwa permasalahan tambang sangat serius dan tidak bisa dirumuskan sesederhana mungkin.

"Kita minta waktu, itu bupatinya kalau perlu join kemari, dan kita minta secara komprehensif lapor dulu semua Kapolda dimana posisi dan updatenya IUP gimana,  baru kita bicarakan, jadi polisi itu lebih pendataannya dulu dimana yang ada IUP lalu kita selesaikan dengan bicara. Tapi jangan kayak kemarin tau-tau, ujug-ujug diadu kayak gitu terus polisi suruh apa, bukan karena saya bela polisi tapi karena kita mitra polisi kita harus bicara sebenarnya", jelasnya.

Yang terpenting kata Ichsan bila memang permasalahan tambang ingin diselesaikan harus dari akar permasalahannya, dan bukan dengan cara adu tabrak dengan aparat.

"Jangan diaduin terus ditabrak, wong namanya orang cari makan digusur. Kasihan polisi, sementara bupati enak aja sudah terima segala macamnya".[Ain]

KOMENTAR SERUU