Thamrin:Pendapatan Negara Dari Ekspor Mineral Naik Kalau AdaKeluar 20%
Dirjen Minerba Thamrin Sihite (Foto: Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Sejak diterbitkannya Permen ESDM no 7 tahun 2012 pada bulan April 2012 yang melarang ekspor ore 3 bulan sejak diberlakukan permen ini yaitu bulan Juli secara otomatis pada tahun ini ekspor mineral mengalami penurunan.
 

Dirjen Minerba Thamrin Sihite mengatakan penurunan ekspor ini juga disebabkan turunnya harga pasaran mineral terlebih batubara. Namun Thamrin tidak memungkiri bahwa penurunan ekspor ini memang menjadi sasaran Ditjen Minerba agar mineral bisa diproses dalam negeri, dan juga penerapan bea keluar 20% agar ekspor tersebut bisa dikendalikan.

"Sebenarnya sasarannya kesana, jadi kalau dilihat dari sasaran jangka panjang.  Penurunan ekspor itu sebenarnya desain kita. Sehingga kebutuhan dalam negeri itu ada. Memang berdampak pada fiskal, kita pengen ini nilainya jangka panjang," kata Thamrin kemarin di kantor KESDM, Senin (17/12/12).

Ia menegaskan sebenarnya dengan bea keluar sebesar 20% pendapatan dari sektor mineral juga naik. Jadi walaupun harga turun, ekspor turun tapi dengan adanya persyaratan CnC yang salah satu syaratnya harus membayar pendapatan negara bukan pajak pendapatan negara akan tetap naik.

"Sebenarnya banyak juga perusahaan yang tadinya nggak bayar PNBP, itu karena C&C jadi pasti membayar. Dari situ kompensasinya, makanya yang tadinya harganya setengah jadi anjlok. Tapi bisa dikompensasi dengan mereka membayar, kalau dia mau C&C atau diekspor mineralnya. Jadi harga itu turun, misalkan harga itu turun kita kan bedakan antara pajak, pendapatan negara bukan pajak, tapi 20 persen ini kan ga masuk kategori ini," jelasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU