Anggota Komisi VII Minta Usut Anggaran Pesta HUT Pertamina
Dewi Aryani (Dok.Seruu.com)
Keterlaluan, di saat semua merampingkan ikat pinggang, melakukan reformasi birokrasi dan penghematan kok ini malah sebaliknya. Ini perlu diusut anggarannya dari mana supaya rakyat tau dan tidak ada prasangka-prasangka - Dewi Aryani

Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi PDIP Dewi Aryani meminta media mengusut dugaan menghambur-hamburkan uang negara yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dengan penyelenggaraan HUT ke-55 yang digelar Senin malam kemarin (17/12/2012) di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.
 

Dewi menilai jika benar Pertamina merayakan hari jadinya dengan pesta pora kemarin malam, maka ini adalah bentuk ketidak sensitifan di tengah kondisi masyarakat yang bersiap menyambut berbagai kebijakan pengendalian BBM.

"Keterlaluan, di saat semua merampingkan ikat pinggang, melakukan reformasi birokrasi dan penghematan kok ini malah sebaliknya. Ini perlu diusut anggarannya dari mana supaya rakyat tau dan tidak ada prasangka-prasangka," kata Dewi kepada Seruu.com, Rabu (19/12/12).

Sebagai korporasi tidak heran bila Pertamina telah mendapat banyak keuntungan terlebih di posisi sebagai perusahaan BUMN, namun Dewi meyayangkan di saat banyaknya himbauan penghematan di berbai sektor, Pertamina sebagai BUMN justru tidak memberikan contoh yang baik agar bisa menjadi panutan di masyarakat.

"Namanya korporasi harusnya untung, logikanya begitu. Tapi kalau di DPR  laporanya rugi, tapi ternyata pesta-pesta  ya tidak pas ya. Sekarang jamannya harus penghematan dalam segala bidang. Mestinya BUM menjadi contoh dan terdepan menjadi panutan masyarakat. Usut saja kebenaran pestanya dan anggarannya dari mana. Arogansi Pertamina hanya akan menghancurkan kinerja dan citra Pertamina sendiri", tegas Dewi.

Sementara itu Kepala Humas Kementrian BUMN Faisal Halimi mengaku tidak tahu ketika dikonfirmasi seputar perayaan hari jadi Pertamina tersebut. Lantaran juga ke luar kota, Faisal mengetakan tidak menerima undangan sekalipun via telpon. Meski sembari bercanda saat dikonfirmasi Seruu.com, Faisal menganggap acara tersebut keterlaluan jika memang menggunakan uang negara.

"Aku nggak tahu tanya mereka aja yang pesta, masa mereka yang mabok kita yang ditanyain? Wah keterlaluan mereka nggak ngabarin, kok kita nggak diajak ya? Kebetulan saya baru landing di Jakarta, jadi  belum tahu pasti alias belum sampai kantor. Kalau habis biaya milyaran hanya untuk pesta, bagiin aja ke kita-kita ya," tutur Faisal siang tadi. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU