Import Gas Harus Pertimbangkan Banyak Hal
Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar Satya W Yudha (Foto: Ain/ Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Telah disampaikan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) wacana mengimpor gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Qatar dari penjual asal Hungaria demi mencukupi kebutuhan gas PLN yang ditampung di FSRU Jawa Barat, yang tak mampu dipenuhi LNG eks Sempra asal Blok Tangguh baru akan dilakukan  ketika LNG dalam negeri benar-benar kekurangan hingga tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Politisi Golkar Satya W Yudha menjelaskan dalam importasi gas banyak yang patut dipertimbangkan diantaranya memerlukan infrastruktur receiving terminal dan juga harus dipertimbangkan perbandingan harga gas impor tersebut dengan keekonomian harga domestik, karena apabila harga domestik lebih tinggi dengan harga impor maka impor akan menguntungkan.

"Jadi sebetulnya impor atau tidak tergantung ketersediaan gas, harga keekonomian gas. Kita tidak mungkin sediakan gas domestik dengan harga rendah karena tidak akan ada yang mau berinvestasi disitu kalau dihargai rendah sekali, otomatis mereka harus menjual lebih tinggi sehingga impor gas harus bisa saingi harga domestik", jelas Satya ketika dihubungi Seruu.com, Rabu (19/12/2012).

Dengan disparitas 1:3 harga BBM, bisa dipastikan bila konversi gas berjalan lancar akan mampu mereduce penggunaan BBM. Bahkan biaya produksi listrik-pun akan sangat terjangkau. Namun semua itu disampaikan Satya tergantunga akan ketersediaan voulume gas di dalam negeri.

"Tinggal sekarang bagaimana ketersediaan volume gas kita dan bisa diserap oleh kendaraan bermotor sebagai pengganti BBM, dengan begitu sudah bisa mereduce penggunaan BBM", ucapnya.

Ia juga mengatakan jika memang ada rencana untuk pembelian LNG nantinya akan Minggu lalu Nur Pamudji juga menyampaikan, dalam pembelian LNG akan digunakan sistem tender antara pemasok-pemasok LNG yang memang masuk dalam kualifikasi, dan tentunya akan dilakukan pra kualifikasi sebelumnya oleh PLN baru akan dijadikan pemilihan.

“Jadi kita utamakan LNG dari dalam negeri dulu apabila sudah ada konfirmasi tidak mencukupi baru impor. Kalau ada statement terkait impor Itu marketinglah, kita belum sampai komitmen apapun”, kata Nur Pamudji saat ditemui seusai penandatangan MoU dengan Slovakia di Jakarta, Senin (10/10/2012).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU