Nasionalisme Sektor Tambang dan Migas Jangan Hanya Nasionalisasi 'Buta
Ilustrasi Aktivitas pertambangan (istimewa)
Peningkatan kemampuan teknologi, SDM, finansial dan keberanian tersebut untuk menanggung resiko tinggi dari perusahaan-perusahaan nasional dalam melakukan eksplorasi migas maupun pertambangan - Metta Dharmasaputra

Jakarta, Seruu.com - Ramainya seruan dan aksi menuntut nasionalisasi tambang dan migas milik asing akhir-akhir ini sebagai dampak lambatnya renegosiasi kontrak karya juga penguasaan sektor Migas oleh asing dinilai Metta Dharmasaputra,  Direktur Eksekutif KATADATA karena terjadi kegamangan pemerintah dalam menjawab persoalan perpanjangan kontrak blok-blok migas.

Padahal demi keamanan energi (energy security) seperti dilakukan di negara-negara lain, sudah selayaknya memang perusahaan-perusahaan nasional bisa lebih berperan dalam mengelola blok-blok migas di Tanah Air. Metta menilai, selama ini memang arus diakui bahwa tidak bisa dilakukan dengan nasionalisme buta semata. Namun butuh peningkatan kemampuan teknologi, sumber daya manusia, finansial dan keberanian.

"Peningkatan kemampuan teknologi, SDM, finansial dan keberanian tersebut untuk menanggung resiko tinggi dari perusahaan-perusahaan nasional dalam melakukan eksplorasi migas maupun pertambangan," tuturnya kepada Seruu.com, Senin (24/12/2012).

Dalam pertambangan misalnya, kerap kali muncul isu adanya intervensi asing sehingga pemerintah menjadi mandul bahkan konstitusi-pun tidak bisa memberikan punishment apapun. Metta berpendapat, sinyalemen intervensi harus disertai bukti-bukti yang kuat. Tapi, pihaknya tidak menepis karena memang ketiadaan sikap yang tegas dari pejabat negara membuat persoalan kontrak migas dan pertambangan menjadi berlarut-larut hingga menimbulkan ketidakpastian iklim investasi.

"Mengenai soal pro-asing, perlu dilihat secara lebih spesifik mengenai isu ini. Saya mendukung perlu peran lebih besar dari perusahaan-perusahaan migas nasional dalam mengelola blok migas, namun ini harus disertai oleh keberanian dan kemampuan perusahaan-perusahaan migas nasional ini untuk melakukan eksplorasi yang memiliki resiko tinggi dan membutuhkan dana sangat besar," tutupnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU