INDEF Ragu Pemerintah Mampu Kendalikan BBM Subsidi Tahun 2013
Foto Ilustrasi
Menurut saya selama tidak ada kenaikan BBM, konsumsi akan mencapai 50 juta KL. Pertumbuhan BBM kita tiap tahun 7% - 10% konsumsinya, dan kalau misalnya ada pertumbuhan 10% tahun depan asumsinya ada pertambahan sekitar 4 juta KL - Ahmad Erani Yustika

Jakarta, Seruu.com - Dalam RAPBN tahun 2013 diperkirakan subsidi energi akan melonjak menjadi Rp 274, 7 triliun dengan pembagian subsidi untuk BBM Rp 193,8 triliun, dan listrik hingga Rp 80,9 triliun.

Sedangkan kuota BBM subsidi ini diasumsikan 46 juta KL, meskipun DPR mentargetkan tahun depan tidak boleh lagi terjadi over kuota seperti tahun ini dengan berbagai program pengendalian BBM subsidi oleh pemerintah diantaranya konversi BBM ke BBG. Namun sejumlah pengamat mengamini konversi tersebut tidak akan berjalan mulus, seperti dikatakan Ahmad Erani Yustika Excecutive Director INDEF.

Ia mengasumsikan akan terjadi kenaikan kuota hingga 50 juta KL, pihanknya tidak yakin jika konversi gas tidak akan sukses tahun depan. Dan justru akan banyak kendala apalagi menggandeng swasta.

"Menurut saya selama tidak ada kenaikan BBM, konsumsi akan mencapai 50 juta KL. Pertumbuhan BBM kita tiap tahun 7% - 10% konsumsinya, dan kalau misalnya ada pertumbuhan 10% tahun depan asumsinya ada pertambahan sekitar 4 juta KL,"kata Erani kepada Seruu.com, Rabu (26/12/2012).

Erani mengungkapkan apa alasan konversi tahun depan tidak akan berjalan, yaitu tidak hanya komitmen dari pemerintah yang disangsikan, tapi juga pasokan gas dalam negeri yang minim serta infrastruktur yang belum disiapkan maksimal. Mengingat selama ini blok Migas dalam negeri telah dikontrak oleh negara lain.

"Pemerintah tidak memiliki komitmen untuk melakukan itu, kemarin juga nggak berjalan.  Kita bermasalah dengan pasokan gas,  infrastrukturnya, ini gasnya diambil darimana. Karena selama ini gas kita sudah kontrak jangka panjang dengan luar negeri.  Jangankan untuk dalam negeri dan transportasi, untuk industri kita aja nggak memenuhi. Misalnya untuk pupuk, PLN selama ini kurang", jelasnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya membuat program yang matang, tapi melaksanakan dengan penuh tanggap jawab. Sehingga tidak terjadi kegagalan seperti tahun ini, seperti halnya pengendalian dengan menggunakan stiker bagi kendaraan BUMN, BUMD, polisi dan TNI juga aparat pemerintahan yang dinilai INDEF tidak ada hasil yang signifikan dalam menekan konsumsi BBM subsidi.

"Sudah kita ingatkan sebetulnya pemerintah bahwa kemampuan birokrasi mengawasi itu nggak akan mungkin dilakukan, di samping itu kalau sekedar hanya BUMN itu kecil sekali dibandingkan kebutuhan untuk transportasi, itu nggak akan efektif," tutupnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU