Antam Sedang 'Buru' Partner Sharing Gas Untuk Power Plant
Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk , Alwinsyah Lubis (Istimewa)
Gas, kita masih nyari. Bagi kita siapa yang bisa menyuplai gas kita akan bicara, pada harga berapa. Ini kita akan pakai buat pembangkit yang existing di Pomalaa maupun di Halmahera - Alwinsyah Lubis

Jakarta, Seruu.com - Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk , Alwinsyah Lubis mengutarakan bahwa pihaknya kini tengah memberikan penawaran bagi para kontraktor yang menjalin kerjasama dengan SKSP Migas untuk membagikan gas untuk proyek pembangunan pembangkit listrik di Halmahera, Maluku maupun di Pomalaa (Sulawesi Tengah). Ia mengakui bahwa Antam sedang mencari partner yang siap memasok gas bagi kebutuhan pembangkit tersebut.

"Gas, kita masih nyari. Bagi kita siapa yang bisa menyuplai gas kita akan bicara, pada harga berapa. Ini kita akan pakai buat pembangkit yang existing di Pomalaa maupun di Halmahera," tutur Alwinsyah kepada wartawan ketika dijumpai di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, KESDM, Jakarta, Jumat (28/12/12).

Alwinsyah mengatakan kini Antam sedang mempersiapkan penyelesaian pembangunan PLTU 2 x 30 MW di Pomalaa, Sulawesi Tangah. "Pomalaa 2 x 30 MW kita pakai batubara dari IUP batubara yang kita miliki. Volumenya kalau full operasi kita butuh 1,5 juta ton batubara. Listriknya akan dipakai mengoperasikan smelter di Pomalaa,"ujarnya".

Untuk diketahui Antam memang sedang gencar membangun lima industri smelter mineral yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2014. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, BUMN tambang tersebut berencana smelter mulai dari bijih bauksit menjadi chemical grade alumina, bijih bauksit menjadi smelter grade alumina, bijih nikel menjadi ferronikel, bijih nikel menjadi nikel pig iron, serta bijih besi menjadi sponge iron (besi spons).

Dan proyek pembangunan fasilitas pengolahan tersebut ada yang digarap oleh Antam sendiri, namun ada juga yang digarap bersama partner. Pertama, Antam akan menggarap sendiri proyek pengolahan bijih nikel menjadi ferronikel berkapasitas 27.000 ton per tahun senilai US$1,6 miliar di Halmahera, Maluku Utara. Kedua, Antam juga akan menggarap sendiri proyek pengolahan bijih nikel menjadi nikel pig iron berkapasitas 120.000 ton per tahun senilai US$350—US$400 juta di Mandiodo, Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Antam juga akan menggarap sendiri proyek pengolahan bijih bauksit menjadi smelting grade alumina berkapasitas 1 juta ton per tahun senilai US$1 miliar di Mempawah, Kalimantan Barat.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU