Renegosiasi Kontrak Karya 'Macet' di Perusahaan Tambang Raksasa
Dirjen Minerba Thamrin Sihite (Foto: Aini/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Berdasarkan Direktorat Jendral Mineral dan Batubara Kementrian ESDM kontrak tambang besar tercatat sebanyak 111 perusahaan, yang terdiri dari 37 kontrak karya (KK) untuk komoditas mineral dan 74 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Progress renegosiasi KK dan PKP2B sampai 13 November 2012 menghasilkan kesepakatan dengan kategori secara prinsip setuju seluruhnya, setuju sebagian dan belum setuju seluruhnya dengan rincian sebagai berikut: Kontrak Karya Mineral (KK) setuju seluruhnya dan siap tanda tangan sebanyak 2 perusahaan, setuju sebagian sebanyak 30 perusahaan dan belum setuju seluruhnya terdapat 5 perusahaan. 2 perusahaan KK yang sudah siap tanda tangan tersebut adalah PT Tambang Mas Sable generasi ke VI dan PT Tambang Mas Sangihe generasi ke VI.

Dirjen Minerba Thamrin Sihite,mengatakan penerimaan negara juga ditentukan dari penjualan produk pertambangan, karena dinilainya jika hanya dilihat dari iuran tetap akan relatif sedikit karena tergantung dengan luasan lahan. Namun ia mengakui income dari batubara PKP2B mengalami kenaikan dibandingkan dulu sejak adanya persyaratan C & C, seperti diketahui ada dua macam royalti bagi yang diatur dalam peraturan pemerintah (PP) yaitu bagi PKP2B itu 13,5 persen dan bagi IUP maksimal 7 persen.

"Pendapatan pemerintah akan berkurang jika luasnya berkurang, sekarang pembayarannya naik karena dulu nggak bayar, kalau tidak ada C & C akan anjlok karena harga batubara turun. rencananya untuk PKP2B dinaikkan 14,5 persen namun dengan mempertimbangkan bebrapa hal yaitu right isue akan terlampaui. Kita harapkan komoditas minerba yang jadi pemakai di India, China asumsi akan naik dan harga juga akan naik," papar Thamrin kepada wartwan di kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Disinggung terkait renegosiasi dengan 3 perusahaan besar salah satunya Freeport, Thamrin mengatakan untuk poin luasan wilayah saat ini pihaknya tengah melihat dimana wilayah yang akan diciutkan dengan teknis penciutan, berapa hektare yang akan diciutkan yang masih dalam tahap evaluasi. Begitupula dengan wilayah yang masih overlapping dengan taman nasional yang diakui diberikan ijin sebelum hutan tersebut  menjadi hutan lindung.

"Luas wilayah masih dievaluasi yang tumpang tindih dengan taman nasional, masalahnya kita berikan itu sebelum ditetapkan hutan lindung, itu bisa lebih dari 25 ribu luas wilayahnya. Eevaluasinya itu produksi perhari berapa, kontrak habis kapan, untuk nebang kan ada alat-alatnya dan mereka perlu balik modal, makin besar makin bagus. Kita harus itung-itungan. Yang pasti royalti mereka sudah mau naik," jelasnya.

Dipastikan olehnya ada 4 perusahaan yang belum setuju pada seluruh poin renegosiasi, "Freeport, Newmont, Vale, terus lupa saya. Kalau mereka nggak mau renegosiasi, ya namanya juga negosiasi kan pasti ada win win solution. Ditanya royalti berapa luas wilayah juga berpengaruh. Kalau Newmont divestasi tergantung saham 7 persen, itu sudah di Kemenkeu, semua sudah di Menkeu," pungkas Thamrin. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU