Bantul Kembangkan Kawasan Energi Terbarukan

Bantul, Seruu.Com - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan kawasan terpadu sebagai pusat penelitian, pengembangan dan pemanfaatan energi terbaru dan terbarukan.

"Pengembangan energi baru terbarukan itu dengan memanfaatkan tenaga surya dan tenaga angin di Pantai Baru Pandansimo, Kecamatan Srandakan" kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana, Jumat (28/12/2012).

Menurut dia, di kawasan Pantai Baru yang seluas 17 hektare ini telah terdapat 40 instalasi kincir angin dan sejumlah sel surya lengkap dengan 'workshop' beserta teknisi sebagai bengkel ketika terjadi kerusakan pada sejumlah komponen instalasi itu.

"Total energi listrik yang dihasilkan sebesar 85 kilowatt yang dimanfaatkan untuk pendidikan, pertanian, perikanan dan peternakan serta mendukung sektor perekonomian dan pariwisata setempat," katanya.

Ia mengatakan, kawasan tersebut bisa berkembang atas kerja sama yang sinergis antara Kementrian Riset dan Teknologi, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) serta Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Energi baru terbarukan yang bersumber dari angin, air, sinar matahari dan panas bumi akan terus dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi seperti menghasilkan listrik, menghasilkan gas dan mengangkat air," katanya.

Untuk itu, kata dia untuk mendorong kawasan Pantai Baru Pandansimo sebagai pusat penelitian dan pengembangan energi baru terbarukan ini diperlukan suatu upaya membangun kultur ilmiah dengan dukungan yang nyata dari berbagai pihak.

"Salah satunya dengan kompetisi desain kincir angin tingkat nasional yang sedang di gelar ini, kami harapkan kompetisi ini bisa membangun kultur ilmiah dalam ajang pengembangan energi yang ramah lingkungan," katanya.

Ia juga mengatakan, pengembangan Pantai Baru sebagai kawasan terpadu penelitian energi baru terbarukan ini diharapkan dapat mewujudkan pantai selatan menjadi halaman depan provinsi DIY.

"Ini sejalan dengan sejarah dan asal-usul DIY yag juga keinginan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bahwa pantai selatan akan dikembangkan menjadi halaman depan DIY," katanya. [ant]

KOMENTAR SERUU