Refleksi KESDM: Gonjang-ganjing di Sektor Migas
Konferensi Pers Kinerja ESDM Satu Tahun di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (26/12/2012) -- Foto: Dhanny Krisnadhy/ Seruu.com

Jakarta, Seruu.Com - Berdasarkan laporan akhir tahun Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sektor Migas, penerimaan sektor migas terutama disumbang oleh produksi minyak mentah dan gas bumi. Pada 2012, perkiraan realisasi produksi minyak mentah sebesar 860 ribu barel per day (bpd) atau 92 % dibanding target sebesar 930 bpd. Sedang proyeksi realisasi produksi gas bumi sebesar 8.196 MMSCFD atau 92 % dari target.

Pada APBN-P 2012, proyeksi harga minyak mentah (ICP) sebesar 105 US$/barel. Dalam perkembangannya, harga minyak mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada bulan Maret 2012 yang mencapai sebesar 128 US$/barel. Namun pada bulan Juni turun menjadi sekitar 99,08 US$/barel. Sehingga harga rata-rata ICP selama Januari 2012 hingga 24 Desember 2012 sebesar 112,7 US$/barel. Pada tahun 2013 diproyeksikan sebesar 100 US$/barel.

Penyaluran BBM bersubsidi selama 2012 mencapai 45,27 juta KL, melebihi kuota APBN-P sebesar 40 juta KL. Peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akibat peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selama 2012 harga BBM tidak dinaikan karena sesuai APBN-P 2012 harga ICP selama 6 bulan terakhir 2012 tidak melampaui 15 % dari asumsi dalam APBN-P sebesar US$ 105/barel.

Perkiraan realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang melampaui target membuat realisasi subsidi energi juga melebihi target APBN-P 2012. Dari target subsidi BBM sebesar Rp 137,4 T, perkiraan realisasi sebesar Rp 216,8. Jika ditambah dengan perkiraan realisasi subsidi listrik sebesar Rp 93 T (target Rp 65 T), maka perkiraan realisasi subsidi energy secara keseluruhan mencapai Rp 309,8 T (137 % dari target) atau sekitar 18 % dari APBN-P2012.

Meskipun demikian Anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha menegaskan kepada Pemerintah, dimana harus mengembangkan lapangan-lapangan baru migas, khususnya di wilayah Indonesia timur yang diperkirakan memiliki potensi cadangan migas cukup besar. Total cadangan gas Indonesia diperkirakan mencapai 157,14 triliun standar kaki kubik (MMSCFD) atau sekitar 3 persen dari cadangan gas dunia pada 2010.

Sementara itu, menurut Satya data riset eksplorasi lapangan-lapangan baru yang memiliki potensi cadangan besar, ternyata kurang akurat dan masih lemahnya data seismik dari pemerintah. Karena itu Ia mendorong agar pemerintah meng-update data riset tersebut untuk menarik investasi sektor migas, sehingga eksplorasi lapangan-lapangan baru bisa terealisir. Perlu keputusan politik untuk merealisasikan pembangunan kilang/ refinery baru di Indonesia.

Politisi golkar tersebut juga mengingatkan perlunya insentif-insentif khusus agar pihak swasta nasional bisa terlibat dalam investasi pembangunan kilang baru tersebut. Kebijakan multisektor pembangunan kilang baru ini harus dikoordinasikan secara intregratif langsung dibawah Presiden atau paling tidak setingkat menteri. Sehingga upaya penghematan anggaran bisa dilakukan secara konkret yaitu mengurangi impor BBM jadi (jumlahnya mencapai 70% dari total kebutuhan BBM nasional) dengan mengganti impor dalam bentuk "Crude Oil".

Untuk pasokan gas, pada tahun 2012 gas untuk domestik mengalami kenaikan yang berarti. Jika tahun 2011 alokasi gas untuk dalam negeri sebesar 3,267 Miliar British Thermal Unit Per Day (BBTUD), maka tahun 2012 meningkatkan menjadi 3,615 BBTUD. Tahun 2013, volumenya masih meningkat, diproyeksikan menjadi 4,020 BBTUD. [ain/er]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU