FITRA Skeptis Lifting Minyak 900 Barel/ Hari Akan Terpenuhi Tahun Ini
Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas Fitra, Uchok Sky Khadafi (Foto: Aini/ Seruu.com)
Setiap tahun, lifting minyak diusulkan kepada DPR hanya impian belaka untuk menyenangkan anggota DPR, tapi lifting minyak tidak selalu mencapai target karena BP Migas memang pemalas. Nyatanya mitos pemalas BP Migas selalu ditutupi dengan sumur-sumur minyak sudah tua - Uchok Sky Khadafi

Jakarta, Seruu.com – Dipaparkan Kooordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi dalam APBN 2013 Pemerintah bersama DPR hanya mentargetkan total Penerimaan Sumber Daya Alam sebesar Rp.197.204.926.214.000. Yang terdiri dari: 1) Pendapatan Minyak Bumi sebesar Rp.120.917.880.000.000,  2) Pendapatan Gas Alam sebesar Rp.53.950.580.000.000, dan 3) Pendapatan Pertambangaan Umum sebesar Rp.17.599.012.595.000.

Meskipun pada tahun 2012 penerimaan migas melampau target yang ditetapkan dalam APBN Perubahaan 2012 yaitu sebesar Rp 289 triliun (104 % dari target APBN-P), namun Ucok berpendapat salah satu penyakit yang tidak bisa disembuhkan adalah masalah lifting minyak. Dimana, lifting minyak masih sekitar 870 ribu barel perhari dari target lifting minyak sebanyak  930 ribu barel perhari.

“Setiap tahun, lifting minyak diusulkan kepada DPR hanya impian belaka untuk menyenangkan anggota DPR, tapi lifting minyak tidak selalu mencapai target karena BP Migas memang pemalas. Nyatanya “mitos” pemalas BP Migas selalu ditutupi dengan sumur-sumur minyak sudah tua,” kata Uchok kepada Seruu.com, Jumat (04/01/12).

Dalam APBN 2013 target lifting minyak sebesar 900 ribu barel perhari (bph) yang diusulkan pemerintah kepada DPR. Tentunya target lifting ini harus bisa dicapai lantaran BP Migas sudah dibubarkan. Dimana kata Uchok, selama ini BP Migas selalu menghambat memenuhi tercapainya lifting minyak.

Menurutnya BP Migas bukan lembaga bisnis atau perusahaan seperti Pertamina, sehingga dalam memenuhi target lifting minyak sebagai bisnis saja selalu gagal atau tidak akan mencapai target. Dalam arti lain, BP Migas hanya lembaga birokrat yang menghambat bisnis minyak di Indonesia.

“Untuk tahun 2013 ini saya juga sangat skeptis lifting mencapai 900 ribu barel perhari, karena kalau masih dipakai mantan karyawan BP Migas tetap saja kerja dan mekanisme sama dengan BP Migas sebelum dibubarkan. Seharusnya pemerintah mencari karyawan baru untuk mendongrak naik lifting minyak pada tahun 2013,” tegasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU