Aria Bima: Jelang 2014 SDA Kita Dijadikan Transaksi Dengan Asing
Aria Bima (Istimewa)
Papua itu bukan gejolak sosial di sana, di daerah yang sumber daya alamnya kuat pasti terjadi kekacauan social, itu rekayasa. Kita harus punya angkatan TNI dan aparat keamanan yang cukup kuat, jangan sekedar ditakut-takuti atau justru ditransaksikan dengan partai atau orang tertentu dalam meraih kekuasaan dengan back up kekuatan transaksi SDA kita - Aria Bima

Jakarta, Seruu.com – Tahun 2013 disebut sebagai tahun terpanas menjelang pilpres 2014, tak ayal banyak pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk bernegosiasi dalam beberapa sektor untuk meraup keuntungan pribadi maupun partai demi memuluskan jalan dalam pemilu. Salah satunya sektor pertambangan sebgai salah satu sektor paling strategis yang justru tambang berskala besar didominasi oleh asing, seperti halnya PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, juga PT INCO.

Seringkali dikeluarkan statement dari pemerintah akan sulitnya renegosiasi ini, bahkan hingga tahun ini pun  pemerintah belum punya target batas waktu menuntaskan renegosiasi tersebut meski Tim Evaluasi renegosiasi KK yang dibentuk pada Januari 2012 dan bertugas sejak penandatanganan Kepres No. 3/2012 hanya mempunyai waktu sampai dengan bulan Desember 2013.

Politisi PDI-P Aria Bima menyebut salah satu faktor utama sulitnya renegosiasi ini karena tidak adanya kebanggaan (pride), juga percaya diri sebagai bangsa Indonesia. Menurutnya sudah menjadi rahasia umum di tiap daerah yang memiliki potensi sumber daya alam pasti akan ada kekacauan sosial,“Papua itu bukan gejolak sosial di sana, di daerah yang sumber daya alamnya kuat pasti terjadi kekacauan social, itu rekayasa. Kita harus punya angkatan TNI dan aparat keamanan yang cukup kuat, jangan sekedar ditakut-takuti atau justru ditransaksikan dengan partai atau orang tertentu dalam meraih kekuasaan dengan back up kekuatan transaksi SDA kita,” tegas Arya Bima kepada Seruu.com, Sabtu (5/1/13).

Arya curiga menjelang 2014 politik luar negeri ini akan semakin fluktuatif karena digunakan saluran bertindak, baik orang maupun partai untuk asing supaya asing dominan dalam penguasaan nasional. Tujuan asing dalam hal ini ia nilai hanya didasari hasrat adanya feedback penguasaan SDA dalam kontrak-kontrak di beberapa sektor strategis diantaranya Migas dan pertambangan Minerba.

“Ini yang paling neolib, jadi seharusnya bagaimana lintas partai dan lintas nasional harus punya konsensus secara bersama-sama untuk melakukan kesepakatan dalam membangun kesadaran nasional tanpa penguasaan SDA lewat perpanjangan kontrak karya yang didominasi oleh asing. Lihatlah sekolah banyak yang ambrug, infrastruktur banyak yang hancur lebur, ini semua nggak bisa ditutupin APBN, kecuali SDA dikembalikan ke nasional,” papar Arya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU