Soelarno Witoro (Dok.Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com – Pada akhir Desember 2012 lalu, Dirjen Mineral dan Batubara Kementrian ESDM Thamrin Sihite mengungkapkan kekurangan tenaga Inspektur Tambang (IT) sekitar IT 432 orang untuk ditempatkan di tiap Kabupaten yang terdapat pertambangan yaitu 19  provinsi mencapai (91) orang dan 332 orang untuk 144 kabupaten.

Pengamat pertambangan Soelarno Witoro yang sempat menjabat selama 20 tahun sebagai IT menyampaikan kondisi carut marut pertambangan saat ini memang sudah seharusnya cepat direkrut IT demi mengamankan IUP. Mengingat sudah lebih dari 5000 IUP yang telah dinyatakan C & C oleh KESDM, dalam artian pemberi ijin memiliki tanggung jawab melekat untuk mengawasi pelaksanaan ijin-ijin yang diberikan.

“Rasionya mungkin kalau satu IT berapa IUP tidak ada yang baku, kalau di negeri lain radius pengawasan itu ada keterbatasan. Maka untuk IT per-kabupaten itu sangat tepat, jadi IT di kabupaten bisa mengawasi tambang di kabupaten itu,”kata soelarno kepada Seruu.com, Sabtu (5/1/13).

Mantan Sekretaris Direktorat Jenderal (Setdirjen) Minerba Pabum Kementrian ESDM  ini berpendapat yang menjadi masalah saat ini di kabupaten banyak yang tidak memiliki IT, tetapi Bupati sendiri justru mengeluarkan ijin yang banyak.

“IT harus mempunyai latar belakang yang memahami apa yang dia awasi, tanpa ditunjang oleh latar belakang yang cukup pengawasan itu nggak banyak artinya, bahkan jika perusahaan itu nakal itu mudah dikelabuhi IT itu. Maka dari itu pendidikan IT mejadi sangat mendesak untuk amankan ijin-ijin yang diterbitkan,” tutupnya.[Ain]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar b
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar