Aktifitas Pertambangan PT Fathi Resources Segera Dihentikan
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Aktivitas PT Fathi Resources yang akan melakukan  penambangan di Desa Wahang, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur akan segera dihentikan. Dihentikannya aktivitas tersebut setelah diterbitkan surat keputusan (SK) Gubernur NTT untuk menutup aktivitas penambangan tersebut.

Seperti disampaikan Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora kepada wartawan di kantor Bupati Sumba Timur, Kamis (3/1/2013) lalu.  Setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Pertambangan Sumba Timur, pihaknya secara tegas menghentikan aktivitas penambangan PT Fathi Resources.
Hal itu diperkuat dengan SK Gubernur NTT. Namun, Bupati Gidion tidak menyebut tanggal dan nomor SK Gubernur NTT.

“Pasti ditutup, tidak boleh ada aktivitas pertambangan di Desa Wahang, Kecamatan Pinu Pahar,” katanya kepada wartwan yang diterima dari informasi JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) , Selasa (8/1/2013).
 
Menanggapi penutupan aktivitas penambangan PT Fathi Resources, pemerhati lingkungan hidup Samuel Njurumbatu meminta Bupati Sumba Timur menyampaikan hal itu secara terbuka kepada masyarakat dan segera merealisasikannya. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak bingung dan menghindari gejolak di tengah masyarakat.
 
Menurut Samuel, kehadiran PT Fathi Resources selama ini menimbulkan konflik karena terjadi penahanan masyarakat Wahang oleh pihak kepolisian.
Dia juga mengharapkan agar Pemkab lebih berhati-hati bila menerima investor yang ingin masuk ke Sumba Timur.

“Dalam menerima investor tambang harus jeli dan bila diterima diupayakan untuk membangun komunikasi yang melibatkan berbagai stakeholder dalam sebuah dialog terbuka agar masyarakat ketahui. Bila dalam diskusi masyarakat tidak setuju, maka tidak perlu mengakomodir investor tersebut. Karena apabila mengakomodirnya sementara masyarakat menolak, maka dengan sendirinya memicu konflik horisontal,” ujarnya.

Anggota Kordinator Gerakan Kebangkitan Pemuda (Geram) NTT Wilayah Sumba Eto Riwu menyatakan, Bupati Sumba Timur harus berani, tegas, dan siap mengeksekusi bila memang sudah keputusan untuk menutup aktivitas PT Fathi Resources. Pasalnya, masyarakat sudah bosan dengan janji.

“Kalau berani tak perlu lama, langsung cabut,” tandasnya.

Menurutnya, masuknya investor pertambangan karena Pemkab Sumba Timur kurang kreatif mengelola sektor lain. Padahal, kehadiran pertambangan selalu menimbulkan konflik karena ada warga yang pro tapi ada juga yang menolak pertambangan.

Ia menambahkan, Pemkab Sumba Timur harus berani mencabut izin PT Fathi Resources dan memberdayakan sektor peternakan, pariwisata, dan pertanian.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU