Natsir Sebut Pasal 21 Permen ESDM No 11 Tahun 2012 Otomastis Gugur
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Kadin Indonesia, Natsir Mansyur (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Meski pada Jumat (21/12/12) Kepala Biro hukum Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Susyanto dengan tegas menyampaikan bahwa dengan belum diterimanya salinan amar putusan atas perkara tersebut maka Kementrian ESDM menganggap putusan MA RI atas judisial review  tersebut tidak ada dan hanya kabar angin. Kini ANI bisa menunjukkan taringnya kepada KESDM dengan telah diterimanya salinan amar putusan dari MA RI dengan Nomor 39/P.PTS/XII/2012/09 P/HUM/2012 yang diterbitkan pada 26 Desember 2012 dari MA RI. Dalam salinan amar tersebut tertulis jelas tembusan bagi pihak berperkara yaitu ANI dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. 

Dari 9 Pasal dalam Permen ESDM no 7 tahun 2012  diantaranya pasal 8, 9, 10, 16, 19, 20, 21, 22, dan 23, yang diajukan oleh APKASI dengan Nomor Register 10P/HUM/2012 dan ANI dengan Nomor Register 9P/HUM/2012  melalui judisial review di Mahkamah Agung RI pada 12 April 2012 dan diputuskan kabul sebagian pada 12 September 2012 hanya 4 pasal yaitu pasal 8 (ayat 2, 3 dan 4), pasal 9 (ayat 3), pasal 10 (ayat 1 dan 2), juga pasal 21.

Meski pasal 21 yang dibatalkan dalam putusan MA tersebut telah mengalami revisi menjadi Peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2012 yang ditandatangani Jero Wacik pada 16 Mei 2012, menyebutkan pada Pasal 21A yang terdiri dari dua ayat.

Ayat satu berbunyi pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi dan izin pertambangan rakyat (IPR) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat menjual bijih (raw material atau ore) mineral ke luar negeri apabila telah mendapatkan rekomendasi dari menteri cq direktur jenderal.

Sedangkan ayat duanya berbunyi rekomendasi sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) diberikan setelah pemegang IUP operasi produksi dan IPR memenuhi persyaratan antara lain status IUP operasi produksi dan IPR adalah tidak bermasalah (clear and clean), melunasi kewajiban pembayaran keuangan kepada negara, menyampaikan rencana kerja dan/atau kerja sama dalam pengolahan dan/atau pemurnian mineral di dalam negeri, dan menandatangani pakta integritas.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Kadin Indonesia, Natsir Mansyur menegaskan dengan adanya putusan ini yang membatalkan pasal 21 Permen ESDM nomor 7 tahun 2012 maka hasil revisi secara otomatis atau turunannya tidak berlaku karena sudah dicantumkan dalam puutusan MA.

"Pasal 21 A ayat 1 dan 2 Permen 11 tahun 2012 secara otomatis gugur semua karena Permen 7-nya kan sudah digugurkan, otomatis tidak bisa lagi saat membuat peraturan baru itu. Pada saat uji meteri nggak bisa lagi rubah peraturan itu, harusnya menunggu hasil putusan itu, ini kan buru-buru dibikin gitu. Terserah, pokoknya udah jelas putusan MA nya, mau ngeles apalagi," kata Natsir ketika ditemui di kantor Kadin Jakarta oleh Seruu.com, Kamis (10/1/2013).

Disinggung langkah selanjutnya yang akan dilakukan ANI dan Kadin pasca diedarkannya salinan putusan ini, natsir mengaku belum tahu dan menunggu reaksi pemerintah menyikapi putusan MA tersebut, "Langkah selanjutnya kita belum tahu ini,  kita lihat Pemerintah dulu sikapi ini, lihat dulu Pemerintah mau ajak kita bicara nggak, kalau Pemerintah nggak mau ajak kita lagi bicara gimana. Terserah sih..saya sudah buktikan daripada kau uber-uber saya," tururnya.

Pada 14 Oktober 2012 lalu Ketua Umum ANI, Shelby Ihsan menegaskan tidak dipublishnya salinan amar karena ada upaya menjadi lebih baik ke depan dalam pengaturan Tata Niaga ekspor. Ia beralasan bila putusan langsung dikonsumsi publik dampaknya akan langsung bisa dipakai semua pihak yang dikhawatirkan menyebabkan gejolak. Maka putusan tersebut baru akan dipublish setelah terbentuk tim nasional untuk mengatur kuota ekspor tersebut. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU