Kurtubi : Jangan Perpanjang Lagi Kontrak Karya Hanya Rugikan Negara
Pengamat minyak dan gas Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES), Kurtubi (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Seringkali dikeluarkan statement dari pemerintah akan sulitnya renegosiasi kontrak karya dan PKP2B membuat skeptis akan keseriusan Pemerintah dalam menjalankan renegosiasi terlebih dengan investor asing. Dibuktikan hingga tahun ini pemerintah belum punya target batas waktu menuntaskan renegosiasi tersebut meski Tim Evaluasi renegosiasi KK yang dibentuk pada Januari 2012 dan bertugas sejak penandatanganan Kepres No. 3/2012 hanya mempunyai waktu sampai dengan bulan Desember 2013.

Pengamat pertambangan dan Migas Kurtubi menilai, keberhasilan renegosiasi KK kembali ke Pemerintah. Bila  Pemerintah merasa berdaulat harus maka harus ditegakkan peraturan hukum yang ada di bangsa dan negara.

"Yang namanya kontrak karya adalah kontrak yang sangat merugikan Indonesia. Karena siapapun yang berkontrak memberikan sumbangsih sangat kecil bagi negara, keterlaluan ini harus distop," ucapnya, Jumat (11/1/2013).

KK yang sudah bertahun-tahun berada di Indonesia menurutnya tidak boleh lagi diperpanjang karena merugikan negara, semena-mena juga tidak mentaati aturan. Bahkan kecurigaan anggota DPR akan disalahgunakannya renegosiasi untuk transaksi politik terbuka lebar diamini pula oleh Kurtubi.

"Kemungkinan sih ada saja, namanya orang berkuasa tetap ingin berkuasa segala cara dipakai agar tetap berkuasa," singkatnya.

Demi memuluskan rencana mereka, segala macam kebijakan bisa ditunggangi oleh para investor asing agar dapat melenggang lebih lama dalam menguasai sumber daya alam Indonesia.

"Itu yang harus kita awasi jangan sampai menyimpang dengan konstitusi,  merugikan rakyat, kalau sampai terjadi rakyat akan rame-rame tuntut mereka".[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU