Ali Mundakir: Per-Tahun 2012 Kami Sudah Rugi Rp 4,7 Triliun
VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir (Foto: Ain/Seruu.com)
Sampai akhir tahun kemarin kerugian kita hingga 4,7 triliun. Namanya kita belinya mahal kita jualnya murah ya pasti rugi. Jadi secara akuntansi ya kerugian, untuk bisnis itu tapi kalau dikonsolidasikan ya keuntungan berkurang, tergantung jangka panjangnya - Ali Mundakir

Jakarta, Seruu.com - Pernyataan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria pada bulan Oktober tahun lalu yang menilai Pemerintah melakukan pembiaran terhadap kerugian PT Pertamina (Persero) selama bertahun-bertahun akibat dari penjualan LPG 12 kilogram (kg), dan Ia pesimis pemerintah akan mengabulkan kenaikan harga LPG 12 kg meski kerugian Pertamina telah mencapai Rp 5 triliun per tahunnya.

Vice President Corporate and Communication Pertamina, Ali Mundakir turut membenarkan bahwa tidak adanya kenaikan harga pada LPG 12 kg dan 50 kg membuat Pertamina pada tahun 2012 telah merugi Rp 4,7 triliun. Ia berpendapat, jika bicara dari segi akuntansi perusahaan Pertamina membeli LPG tersebut dengan harga tinggi, namun menjual dengan harga rendah otomatis ini disebut dengan kerugian.

"Sampai akhir tahun kemarin kerugian kita hingga 4,7 triliun. Namanya kita belinya mahal kita jualnya murah ya pasti rugi. Jadi secara akuntansi ya kerugian, untuk bisnis itu tapi kalau dikonsolidasikan ya keuntungan berkurang, tergantung jangka panjangnya," kata Ali Mundakir ketika dikonfirmasi Seruu.com, Senin (14/1/13).

Ali Mundakir mengaku selama ini pihaknya telah mengipayakan komunikasi pada Pemerintah untuk bisa menaikkan harga LPG tersebut, tapi belum ada tanggapan hingga kini.

"Kita sudah mengkomunikasikan pada Pemerintah untuk bisa menaikkan, tapi  belum ada tanggapan. Jadi kita tunggu timing yang tepatlah," tuturnya.

Beberapa hari lalu, ungkapan Sofyano Zakaria dan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar yang menilai tindakan Pemerintah maupun DPR ini adalah wujud ketidakadilan. Mendapat jawaban dari anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha yang mengatakan bahwa dengan belum dinaikkannya LPG 12 kg dan 20 kg bukan membawa kerugian bagi Pertamina, hanya mengurangi pendapatan. Dan banyak hal yang harus dipertimbangkan menurutnya, sebelum dilakukan kenaikan harga oleh Pertamina.

"Pertamina bukan menderita kerugian namun pendapatan Pertamina-lah yang berkurang. Tapi harus juga diingat bahwa LPG 3 kg itu juga subsidi, jadi tidak hanya pendapatan negara saja otomatis deviden Pertamina juga berkurang," tegas politisi Golkar ini, Sabtu (12/1/13).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU