Eksplorasi Baru di Wilayah Timur RI Juga Kesulitan Infrastruktur
Ilustrasi (Istimewa)
itu salah satunya kesulitannya, sehingga impactnya ke biaya memang, tetapi sebetulnya karena lokasi laut dalam maka infrastruktur disana memang belum banyak dan memadai seperti di Indonesia bagian barat - Rinto Pudyantoro

Jakarta, Seruu.com - Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan SKK Migas, Rinto Pudyantoro menanggapi salah satu program jangka pendek Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini untuk memperluas eksplorasi ke wulayah Indonesia Timur, mengingat produksi sudah 95 persen dilakukan di wilayah Indonesia Barat.

Rinto berpendapat, untuk eksplorasi di wilayah Indonesia Timur tidak terlepas dari kondisi disana. Dimana lapangan-lapangan disana umumnya di laut dalam, sehingga tingkat kesulitan relatif tinggi dibanding laut rendah atau yang di darat. Kondisi ini otomastis berdampak pada biaya operasional,  juga infrastruktur untuk eksplorasi.

"itu salah satunya kesulitannya, sehingga impactnya ke biaya memang, tetapi sebetulnya karena lokasi laut dalam maka infrastruktur disana memang belum banyak dan memadai seperti di Indonesia bagian barat," katanya kepada Seruu.com Sabtu (19/1/2013).

Sementara saat dikonfirmasi terkait cadangan, Rinto mengaku lupa akan jumlah detail dan menjanjikan minggu depan untuk memaparkan data tersebut . Namun dikatakannya cadangan potensial itu tidak statis namun dinamis dan bisa berubah. Selama ini tim SKK Migas memang telah turun kesana.

Ia menyatakan kini pihaknya mempunyai Forum Komunikasi Wilayah Eksplorasi yang dibagi menjadi barat dan timur, difasilitasi dan diberikan asistensi. Juga dibantu dan mencari jalan keluar pada perusahaan minyak yang mencari daerah eksplorasi.

"Dari SKK Migas disana kita punya perwakilan tempatnya di Sorong yang sangat aktif disana dan sudah turun langsung, dari jaman BP Migas sudah ada tapi ini melakukan eksplorasi lebih sering kata Pak Rudi. Target wilayah timur pasti ada target, data dicek nanti," jelas Rinto.

Dengan produksi saat ini 95 persen dari 3 hari lalu Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengutarakan harapannya untuk memperbanyak eksplorasi di wilayah Timur Indonesia, karean selama ini 95 persen produksi dilakukan di bagian barat Indonesia, yaitu pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan hanya 5 persen dari arah timur indonesia. Maka dari itu, Rudi berharap eksplorasi berikutnya meluas ke wilayah timur.

"Tapi timur itu frontir daerah susah, lautnya dalam biayanya mahal maka tentunya ini memerlukan insentif tersendiri," kata Rudi kepada wartawan di kantor KESDM kemarin sore, Rabu (16/1/2013).

Maka dari itu, kini Pemerintah sudah mengeluarkan insentif untuk laut yang dalam, pemerintah sudah mengeluarkan insentif untuk laut tertentu di daerah yang frontir, sehingga diharapkan 5-10 tahun yang akan datang bisa dinikmati generasi selanjutnya.

“Memang kegiatan eksplorasi untuk memenuhi kegiatan hari ini, tapi untuk memenuhi cadangan kita di masa yang akan datang”,tambah Rudi.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU