Faisal Basri : Perpanjangan Kontrak Migas Sumber Kongkalikong!
Faisal Basri saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (23/1/2013) (foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Menyebut perpanjangan kontrak dengan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS)  sebagai bentuk kongkalikong dengan asing,  Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, meminta agar dalam revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (Migas) tak ada perpanjangan kontrak eksplorasi.

Dalam hemat Faisal, sejak asing mulai melakukan kegiatan eksplorasi di lapangan Migas harus langsung didampingi mitra perusahaan nasional/lokal (berpartner), dengan memberikan divestasi kepada perusahaan lokal. Dengan jalan inilah ia menilai penegakkan Nasionalisasi Migas bisa dimulai.

"Tidak boleh ada perpanjangan kontrak, itu sumber kongkalikong, nanti mitra lokal yang harus kendalikan itu semua setelah kontrak karya habis," kata Faisal Basri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (23/1/13).

Tidak hanya itu, Faisal juga berpandangan bahsa sistem cost recovery selama ini yang diterapkan oleh pemerintah sangat rumit dilakukan. Maka ia mengusulkan kepada Komisi VII agar dalam revisi Undang-Undang Migas yang baru sistem cost recovery dihapuskan.

Sistem ini menurutnya, membuat negara terlalu ikut campur terhadap persoalan bisnis KKKS.

"Cost recovery tidak perlu dicantumkan dalam revisi UU Migas, nanti kalau cost recovery meningkat, negara juga kalang kabut," tuturnya.

Lebih lanjut, Ekonom jebolan UI ini meminta agar keuntungan negara dalam eksplorasi Migas ditingkatkan menjadi 65%, dan dipertegas dalam revisi UU Migas baru.

"Apapun dan berapapun ongkosnya, jatah pemerintahnya harus 65%, tidak perlu lagi dipotong cost recovery," tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU