Pengamat: Implementasi Permendag No 78 Harus Dengan Pengawasan!
Grafiik ekspor timah (Sumber: Ditjen Daglu RI)

Jakarta, Seruu.com – Pengetatan ekspor timah dengan diberlakukannya Permendag nomor 78 tahun 2012 tentang ketentuan Ekspor Timah sebagai revisi Permendag nomer 4 tahun 2007 tentang Ekspor Timah Batangan, yang baru akan berlaku Juli 2013 diharapkan mampu menekan  ekspor timah Babel.

Dalam Permen ini disebutkan kadar logam yang boleh diekspor dengan kadar minimal 99,9 % Sn, lebih tinggi dari peraturan sebelumnya yang hanya 99,85 % Sn. Untuk pengapalan timah batangan dengan kadar Sn minimal 99,85 % masih diperbolehkan, namun hanya sampai Juni 2013.

Dengan regulasi baru ini, pengamat pertimahan Bambang Herdiansyah menekankan perlunya pengawasan dalam pelaksanaannya. Sejauh ini kondisi yang terjadi semua kunci final sebelum ekspor ada di tangan surveyor, yang justru surveyor hanya dianggap sebagai pelengkap saja. Tak ayal kata Bambang banyak ekspor timah dengan kadar di bawah 99,5% bisa lolos ke luar negeri.

“Bukan hanya dibikin regulasi tapi tidak ada pengawasan sama juga bohong, sekarang kondisinya di surveyor yang kelihatannya hanya pelengkap saja. Buktinya masih ada pengiriman timah di bawah 99,5%. Harusnya mereka bicara tentang kualitas bukan kuantitas,” katanya ketika dikonfirmasi Seruu.com siang ini, Jumat (25/1/13).

Bea cukai pun ia rasa tidak pernah melakukan pengecekan ulang, jadi ketika surveyor berbicara  OK meski kadar di bawah 99,5% bea cukai tidak bisa berbuat apapun bahkan melakukan cek ulang akan kadar timah.

“Bea cukai tidak bisa mericek ulang, kewenangannya hanya di surveyor. Tapi benar nggak dia menjalankan fungsinya sesuai dengan amanah UU. Kalau bea cukai hanya tentang kuantitas, lalu yang mengawasi surveyor siapa?” tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU