Wacik Disebut 'Pecat' Presiden Exxon Karena Halangi Nasionalisasi
Jero Wacik (Dok.Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik yang saat itu sekaligus masih menjabat sebagai Kepala SK Migas yang menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pemecatan terhadap Presiden ExxonMobil Richard Owen mulai terkuak. Meski ia menyampaikan sudah menjadi hal lumrah setiap tahun perusahaan minyak asing mengajukan pegawai baru. Dan saat habis masa kerjanya, ada divisi di SK Migas yang punya kewenangan evaluasi, maka jika kooperatif terhadap negara  akan diperpanjang-lah masa jabatannya.

Namun berdasarkan informasi yang didapat Seruu.com dari salah satu aktivis, sisi tidak kooperatif Exxon yang membuat Wacik melakukan pemecatan karena ExxonMobil tidak menepati janji dalam rencana melepas Blok B Arun dan North Sumatera Offshore (NSO), Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

"Niat Jero Wacik menasionalisasi aset exxon di Arun Lhoksumawe digagalkan Presdir Exxon. Karena janji nya mereka mau jual tapi dibatalkan sepihak. Makanya wajar Jero Wacik marah dan tidak memperpanjang masa kerja Richard Owen. Karena Exxon sudah mempermainkan pemerintah Indonesia," jelasnya kepada Seruu.com di Jakarta, Senin (28/1/2013).

Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara ExxonMobil Jeffrey Wibowo menyatakan bahwa respon dari ExxonMobil menanggapi hal tersebut kini masih dalam tahap klarifikasi pada pemerintah. Namun ia tidak bisa memberikan keterangan lain terkait klarifikasi terhadap faktor "ketidak kooperatifan" yang disebut Wacik.

"Kami sudah mendengar mengenai hal tersebut dan saat ini sedang melakukan klarifikasi kepada pemerintah. Saat ini kami belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai masalah ini", ujar Jeffrey kepada Seruu.com di Jakarta hari ini.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Satuan Kerja Pelaksana Sementara Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKMIGAS) Hadi Prasetyo menilai pernyataan tidak kooperatif dan tidak ada istilah pemecatan, pada intinya dengan segala kewenangan SKK Migas setiap tahun melakukan evaluasi. Bahkan ia mengaku tidak tahu menahu tentang nasionalisasi aset blok Arun.

"Dari situ tidak memenuhi syarat kooperatif, artinya tidak memenuhi syarat "tanda kutip". Nasionalisasi aset di Arun, saya nggak tahu hal-hal kayak gitu tapi Pak Wacik juga tidak pernah berikan statement seperti itu," tandasnya.

Pada tanggal 8 Januari lalu Jero Wacik dalam jumpa persnya dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak pernah melakukan pemecatan terhadap Richard Owen.

"Siapa yang mecat, saya tidak mecat. Ini pasti politik yang ngangkat, jadi yang ada adalah setiap tahun perusahaan minyak asing ajukan pegawai baru. Nanti habis masa kerjanya, kalau habis ada divisi di SK Migas yang punya kewenangan evaluasi kalau kooperatif diperpanjang dan kalau nggak ya nggak diperpanjang," kata Wacik kepada wartawan di kantor SK Migas, Jakarta, Selasa (8/1/2013).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU