Industri Hulu Sukses Kembalikan Produksi Minyak
ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com — Setelah seminggu terjadi berbagai masalah operasi akibat cuaca buruk yang sebabkan masalah peralatan, kini produksi minyak di lapangan sudah mulai normal. Hal ini disampaikan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Gde Pradnyana dalam rilisnya kepada wartawan kemarin sore.
 

Ia menggambarkan ketika gelombang di Laut Jawa mencapai tinggi 6 sampai 7 meter sehingga menyebabkan putusnya tali jangkar maupun hose (pipa salur) tanki penampungan minyak di lapangan lepas pantai Poleng yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Kejadian ini menyebabkan PHE WMO sempat hanya mampu berproduksi kurang dari 2.000 barel minyak per hari (bopd), padahal target dari PHE WMO adalah 25.000 bopd.

“Sekarang 6 dari 12 baut pada hose yang putus sudah berhasil dipasang, sehingga produksi akan kembali ke level 6.000 sampai dengan 7.000 bopd,” ujar Gde kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/1/2013) .

Tidak hanya itu, Gde juga menuturkan usaha keras dari pekerja lapangan juga berhasil menghidupkan kembali gas lift compressor pada lapangan yang dioperasikan oleh Chevron Indonesia Company (CICo) di Selat Makassar. Dampak lain dari kondisi cuaca juga  menyebabkan pemindahan rig untuk Lapangan Ujung Pangkah yang dioperasikan oleh HESS mengalami kendala sehingga terpaksa shutdown total dan mengakibatkan kehilangan produksi sekitar 13.000 bopd. Beberapa kebocoran juga dialami oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Upaya tersebut telah berhasil memulihkan berbagai permasalahan di lapangan. Produksi minyak di Ujung Pangkah sudah mencapai 5.000 BOPD dari target maksimum 14.000 bopd. Produksi gas juga sudah mulai normal mencapai 37 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Kilang LPG juga akan mulai dioperasikan kembali.

“SKK Migas berterimakasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada para pekerja di lapangan yang telah bekerja siang malam menghadapi gelombang besar demi mempertahankan produksi minyak nasional. Mereka adalah tulang punggung industri ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gde mengungkapkan, bahwa produksi minyak nasional kini meningkat  dari level 806 ribu bopd menjadi 825 ribu bopd. Produksi diharapkan akan terus meningkat seiring dengan pulihnya operasi HESS dan lain-lain. Peningkatan produksi diharapkan akan datang dari kegiatan pengeboran yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh PHE WMO.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU