'Proyeksi Energi Nasional 2025-2030 Harus Cermat Dilakukan DEN'
Sidang anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang ke 9 di kantor kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (29/1/2013) (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Dalam sidang anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang ke 9 di kantor kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Jero Wacik selaku Ketua Harian DEN beserta dihadiri oleh 7 Kementerian Anggota DEN dari Unsur Pemerintah dan 6 Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan,  memaparkan rancangan Kebijakan Energi Nasional (KEN) untuk tahun 2013. Dalam sidang ini diagendakan DEN merapatkan apa yang akan dibawa ke DPR, juga membuat proyeksi energi nasional dari  tahun 2025-2030.

Beberapa rancangan kebijakan DEN  dijelaskan Wacik sesuai yang ditekankan oleh Presiden SBY dimana saat ini dunia tengah menghadapi dua kebutuhan besar yaitu pangan dan energi. Indonesia sendiri ia perkirakan makin tumbuh ke depan, dengan konsekuensi tumbuhnya perekonomian yang kini 6,5 persen  menjadi 7 persen, dengan effect meningkatnya jumlah kelas menengah yang saat ini dengan angka 45 juta orang, menjadi  125 juta orang pada tahun 2030.

"Makin besar angka kelas menengah, maka akan besar sekali jumlahnya kebutuhan energi seperti listrik, kebutuhan BBM selalu akan kurang. Karena kecepatan pertumbuhan kelas menengah, selalu akan kalah cepat dengan kebutuhan energi nasional. Maka proyeksi energi nasional dari tahun 2025 sampai tahun 2030 harus cermat dilakukan DEN", kata Wacik dalam pidatonya di kantor KESDM Jakarta, Selasa (29/1/13).

Maka Wacik menilai, rancangan KEN menjadi sangat vital melihat perdebatan di publik tentang energi sudah santer, maka energi menjadi indikator warning jika penyiapannya tidak baik. Oleh sebab itu pihaknya mengaku pembahasan energi di sidang kabinet selalu ada, bahkan subsidi energi menjadi agenda penting mulai BBM sampai lstrik karena bukan hanya menyangkut kebutuhan rakyat yang makin tinggu, tapi juga  beban APBN semakin besar.

"Ini menjadi agenda politik yang tidak bisa disepelekan, harus cermat DEN lihat proyeksinya. Rancangan KEN ada  beberapa hal, yaitu kebutuhan minyak masih tinggi dan harus diturunkan, minyak bumi jumlahnya makin terbatas sedangkan harga makin tinggi maka porsinya harus turun dengan cepat, ini yang kita tuangkan dalam KEN dan ini yang jadi agenda kami," jelasnya.

Wacik menambahkan, sesuai Peraturan Presiden tahun 2005 diperkirakan kebutuhan gas dalam negeri menjadi 35 persen. Tapi ia menyayangkan ada yang kurang pas pada rancangan KEN tentang gas tahun 2025 yang malah presentasinya menurun 19,7 persen, Wacik-pun meminta dikaji ulang.

"Itu yang sedang kita kerjakan, kita beri kesempatan pada cell gas dan penemuan baru gas, juga eksplorasi terutama di daerah timur. Kebutuhan gas yang perannya selama ini 20 persen. Maka dalam Perpres tahun 2005 akan menjadi 35 persen. Batubara yang tahun ini 24 persen menjadi 37 persen di tahun 2025, sedangkan energi baru dan terbarukan tahun ini 5 persen jadi  25 persen di tahun 2025, ini harus masive dan tidak boleh pelan," tandas Wacik.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU