Terkait
Chevron Pacific Indonesia
Apabila sistem hukum di Indonesia kurang kondusif kami minta hak untuk tidak melakukan investasi seperti yang sudah diperjanjikan - Chevron

Jakarta, Seruu.com - Surat yang dikirimkan Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Hamid Batubara kepada Kepala SKK Migas, Jero Wacik pada 30 November 2012 yang dengan tegas menyatakan pada pemerintah bahwa Chevron akan menurunkan produksi.

Bahkan keluar dari Indonesia jika mengalami perlakuan kriminalisasi yang berlanjut terhadap aktivitas-aktivitas yang diatur oleh SKSP Migas dan juga KESDM, juga hilangnya persetujuan ekspor atau pinalti sebagai akibat BI 13 (aturan Bank Indonesia).

Nyatanya disclaimer dari Chevron ini kini ditepis oleh SKK Migas (Perubahan dari SKSP Migas) bukan merupakan sebuah ancaman, tapi berupa peringatan agar lebih berhati-hati dalam menjaga kontrak dengan KKKS.
.
"Apabila sistem hukum di Indonesia kurang kondusif kami minta hak untuk tidak melakukan investasi seperti yang sudah diperjanjikan," Inilah salah satu petikan surat dari pihak Chevron yang dikatakan Kepala SKK Migas sore tadi ketika ditemui di kantornya.

Dengan kutipan surat tersebut, Rudi berpendapat ini artinya bukan sebuah ancaman. "Kita orang Indonesia harus berhati-hati dalam berkontrak semua dipenuhi seperti kontrak agar itu tidak terjadi, bukan hanya terhadap Chevron. Kita harus positiv thinking, mereka punya hak untuk itu," ujar Rudi di kantor SKK Migas Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Ia menganggap ini sah saja dilakukan KKKS ketika mereka merasa ragu akan kepastian investasi, sebagai pemilik modal pastinya beresiko bila ditanamkan di negara yang sedang tidak kondusif regulasinya. Maka peringatan dari Chevron ini ia harap bisa menjadi cerminan agar kepastian hukum di Indonesia lebih ditingkatkan.

"Mereka punya uang jadi beresiko kalau ditanamkan di negara yang tidak kondusif atas ketidakpastian hukum. Jangan terlalu banyak peraturan, jangan berubah lagi hal-hal yang buat investor bingung dalam mendesain. Karena industri migas itu industri 10-20 tahun lagi yang akan datang, jadi tidak bisa ditentukan atau diubah dengan tiba-tiba," tegasnya.

Untuk diketahui, tidak sekedar menyampaikan disclaimer letter, Chevron Pacific Indonesia juga sempat mengancam menurunkan investasinya di Indonesia. Bahkan perusahaan minyak dan gas bumi ini mengancam menurunkan produksi minyak dan gas nasional yang mencapai 335.000 Bph.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU