Ini Dia Rancangan KEN Yang Siap Dihidangkan ke DPR
Menteri ESDM, Jero Wacik (Aini/Seruu.com)
Tujuannya agar segera kita mempunyai kebijakan energi nasional yang akan menjadi acuan semua pihak yang berkepentingan dan bertugas mengelola energi secara nasional termasuk energi di daerah - Jero Wacik

Jakarta, Seruu.com - Pasca sidang anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang ke 9 di kantor kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Jero Wacik selaku Ketua Harian DEN beserta dihadiri oleh 7 Kementerian Anggota DEN dari Unsur Pemerintah dan 6 Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan,  memaparkan rancangan Kebijakan Energi Nasional (KEN) untuk tahun 2013. Dalam sidang ini diagendakan DEN merapatkan apa yang akan dibawa ke DPR, juga membuat proyeksi energi nasional dari  tahun 2025-2030.

DEN telah menghasilkan Rancangan Kebijakan Energi Nasional (R KEN) untu diajukan ke presiden dan kemudian dikirimkan ke DPR RI sebagai bahan pembahasan terakhir dalam sidang paripurna ke-2, dalam rangka pengesahan R KEN pada Februari mendatang.

"Tujuannya agar segera kita mempunyai kebijakan energi nasional yang akan menjadi acuan semua pihak yang  berkepentingan dan bertugas mengelola energi secara nasional termasuk energi di daerah," kata Wacik seusai rapat DEN di kantor KESDM Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Beberapa poin rancangan yang sebelumnya dibicarakan, dikatakan salah satu anggota DEN Herman Daniel mengutarakan, sesuai hasil proyeksi tahun 2005. Dimana kebutuhan minyak bumi dan peranannya yang selama ini 47 persen, pada Perpres tahun 2005 adalah 35 persen. Maka dalam R KEN kali ini diturunkan menjadi 25 persen.

"Kebutuhan gas dari 20 persen, dalam Perpres tahun 2005 naik menjadi 30  persen. Tapi dalam R KEN kali ini yang tadinya 19,7 persen naik menjadi 22 persen," tambah Herman.

Lebih lanjut Herman mengatakan, untuk  Energi Baru dan Terbarukan selama ini perannya 5,7 persen, dalam Perpres tahun 2005 adalah 7,5 persen. Jika dalam R-KEN sebelumnya ditargetkan 25,9 persen maka kini diturunkan menjadi 23 persen. Terakhir, peran batubara yang selama ini  24,5 persen di tahun 2005 dalam Prpres menjadi 33 persen, jika dalam R-KEN sebelumnya 30,7 persen.

Wacik menegaskan Perpres-lah yang menjadi dasar hukum, karya DEN ini nantinya akan menjadi kebijakan energi nasional.

"Kita punya landasan hukum, dan ada pembahasan tentang langkah-langkah  kalau ada krisis dan darurat energi, maka kita sudah ada langkah-langkah  penanggulangan," tutup Wacik.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU