BUMN: Pertamina Sanggup Kelola Mahakam 100%
Deputi Kementrian BUMN Bidang Usaha Industri Strategis Dwiyanti Cahyaningsih saat memberikan keterangan kepada wartawan di gedung MPR RI, Rabu (30/1/2013) (Foto: Ain/Seruu.com)
100 persen mayoritas kalau bisa, kesiapan ditinjau dari segi Pertamina dari segi pendanaan melihat kondisi Blok Mahakam mereka sanggup - Dwiyanti Cahyaningsih

Jakarta, Seruu.com - Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meyakini PT Pertamina mampu 100 persen kelola blok Mahakam setelah habis masa kontrak kerja Total E&P pada tahun 2017 nanti. Seperti disampaikan Deputi  Kementrian BUMN Bidang Usaha Industri Strategis Dwiyanti Cahyaningsih seusai diskusi "Kontrak Blok Mahakam Menanti Keputusan Betmartabat", Rabu (30/1/13) di gedung MPR RI, Jakarta.

Ia menuturkan, Pertamina sudah siap secara finansial melihat Pertamina didukung dengan keuangan yang mumpuni. Dari total aset BUMN yang mencapai Rp 3 ribu triliun, Pertamina berkontribusi hingga 11 persen. Dilihat dari sisi pendapatan, dari 141 BUMN, Pertamina menguasai hingga 43 persen. Sebanyak 18 persen dari total laba bersih BUMN pun disumbang Pertamina.

"100 persen mayoritas kalau bisa, kesiapan ditinjau dari segi Pertamina dari segi pendanaan melihat kondisi Blok Mahakam mereka sanggup," kata Dwiyanti.

Sementara disinggung opsi dari KESDM jika setelah usai kontrak dengan Total, maka 5 tahun diuji coba oleh Pertamina lalu ke Total lagi dan kemudian baru diberikan ke Pertamina. Dwiyanti mengaku tidak tahu menahu tentang opsi tersebut, bahkan untuk point of agreement terkait kesepakatan jika Pertamina mendapat saham sebesar 51 persen dengan adanya joint venture, ia meyakini Pertamina bisa mengelola 100 persen.

"Joint Venture nggak kita 100% sanggup kok, kalau kita bagian Deputi ini sangguplah. Paling nggak kalau Pertamina sanggup rakyat Indonesia juga merasakan," tuturnya.

Dalam penuturan terakhirnya, Dwiyanti mengaku belum tahu darimana investasi yang dipakai untuk mengelola blok Mahakam. Dan ia tetap optimis meski dikatakan cadangan di blok tersebut hanya tinggal 2 TCF.

"Pendanaan Global bond bisa, pendanaan bank juga bisa. Cadangan 2 TCF nggak masalah, masih banyak kata Pak Kurtubi," tutup Dwiyanti.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU