Gde Pradnyana: ICP Naikkan Produksi Minyak, Tapi Negara Tekor!
ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berpendapat bahwa tingginya harga minyak mentah nasional (Indonesia Crude Price/ICP)  diperkirakan mampu memacu produksi lifting minyak nasional para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Diungkapkan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Gde Pradnyana. Meski mampu menaikkan produksi minyak nasional, tingginya ICP memiliki implikasi yaitu membebani biaya pembelanjaan di sektor BBM.

"Apalagi subsidi di sektor tersebut terlampau cukup besar dari tahun ke tahun.Pasti beban subsidi di sektor Bahan Bakar Minyak akan jauh lebih besar", kata Gde kepada wartawan di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (30/1/13).

Lebih lanjut ia menyatakan, ada kemungkinan meningkatkan produksi namun dengan konsekuensi pembelanjaan negara akan tekor.

"Anggaran kita akan terkuras besar untuk membelanjakan BBM," tuturnya.

Meskioun secara umum memang ada beberapa faktor psikologis yang akan mendorong para KKKS untuk tungkatkan produksinya. Tapi, hal tersebut bergantung pada cadangan lapangan yang dikelola oleh setiap para KKKS.

SKK Migas sendiri memastikan produksi lifting minyak di sepanjang tahun 2013 hanya mencapai 830 ribu barel per hari (bph).

"Hingga akhir Desember kita bekerja agar produksi 830 ribu bph tidak turun kembali," ujar Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.

Rudi menambahkan, saat ini produksi minyak hanya berkisar 826 ribu bph. Penurunan produksi tersebut dikarenakan sumur-sumur di sejumlah lapangan minyak sudah tua. Di samping itu kondisi cuaca yang buruk pada awal tahun ini juga berimplikasi cukup besar atas penurunan produksi minyak.

"Kami bertekad akan mempertahankan produksi minyak 826 ribu dulu," ujarnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU