'Jangan Sampai Skema Porsi Saham Mahakam Diatur Total & Inpex'
Marwan Batubara saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung MPR RI, Rabu (30/1/2013) (Foto: Ain/Seruu.com)
Jangan biarkan mereka yang atur-atur, Pertamina 34 persen, lalu 33 persen untuk Inpex, dan 33 persen lagi untuk Total. Ini kan kita berarti tunduk pada keinginan mereka - Marwan Batubaraa

Jakarta, Seruu.com - Hingga saat ini pihak pengelola Blok Mahakam yaitu Total E&P dan Inpex, PT Pertamina (Persero) juga pemerintah masih terus melakukan pembahasan untuk nasib blok ini pascaberakhirnya kontrak kerja sama (production sharing contract/ PSC) pada 2017. Total dan Inpex tidak mungkin lagi mempertahankan porsi saham saat ini, dimana masing – masing memiliki 50% setelah 2017. Pasalnya, Pertamina dan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur telah menyatakan keinginan untuk masuk ke Blok Mahakam.

Bahkan, sebelumnya sempat muncul skema dengan porsi saham jatah Indonesia 51% dan 49% untuk Total dan Inpex. Marwan Batubara menegaskan agar kontrak kedua operator tersebut tidak perlu diperpanjang lagi, bahkan ia berharap agar Pertamina bisa masuk ke Blok Mahakam sejak sekarang.

"Jadi saat mereka diperpanjang tidak perlu bayar lagi, Pertamina misalnya 20 persen atau 15 persen. Pertamina masuk dari sekarang nilainya 1 miliar nggak usah bayar. Tapi nanti setelah tahun 2017 mereka dikasih berapa persen yang nilainya 1 miliar,"jelasnya ketika dikonfirmasi Seruu.com kemarin sore pasca diskusi di gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (30/1/13).

Dengan masuknya Pertamina mulai sekarang maka terjadi yang disebut dengan transfer pengelolaan yang mulus. Sehingga kedua operator tersebut tidak bebas mengatur pembagian porsi saham.

"Jangan biarkan mereka yang atur-atur, Pertamina 34 persen, lalu 33 persen  untuk Inpex, dan 33 persen lagi untuk Total. Ini kan kita berarti tunduk pada keinginan mereka," tambah pengamat pertambangan dan migas ini.

Marwan melihat adanya kecenderungan mengulur-ulur waktu dari pemerintah dengan tidak segera memutuskan agar tidak diperpanjang kontrak kedua KKKS tersebut. Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik dikatakan memberi ancaman terhadap Karen Agustiawan Dirut PT Pertamina, dengan statement Wacik yang sangat gamblang. "Siapa bilang Pertamina mau dan mampu".

"Tadinya kan dianggap nggak ada masalah, begitu ada petisi kan kalap. Ini kan berarti kita lihat bahwa mereka maunya ke Total, lalu ada pergerakan ingin dibuat supaya niatnya tetep jalan ya diulur-ulur. Nanti Pertamina sekian tapi operator tetap Total," tutupnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU