SKK Migas Acc Dua Proyek Migas Senilai Rp22 Triliun
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini (dok. Seruu.com)
Dari kedua lapangan yang mulai berproduksi pada tahun 2015 2016 ini kami berharap ada tambahan produksi gas sebesar 265 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dimana sebagian besar akan digunakan untuk memasok kebutuhan gas dan Liquefied Natural Gas (LNG) domestik - Rudi Rubiandini

Jakarta, Seruu.com – Dalam rangka peningkatan produksi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) makin mempercepat proses persetujuan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi, baru beberapa minggu disetujui dua rencana pengembangan lapangan minyak dan gas tahap kedua oleh Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dengan jumlah Penerimaan Negara yang akan diterima sebesar US$2,32 miliar atau sekitar Rp22 triliun selama masa produksi.

Dua proyek pengembangan lapangan tahap kedua yang telah ditandatangani Kepala SKK Migas adalah pengembangan tahap kedua lapangan Jangkrik North East di Blok Muara Bakau dengan operator ENI Indonesia dan pengembangan lapangan MBH dan MDA di Blok Offshore Madura Strait dengan operator Husky Oil.

"Dari kedua lapangan yang mulai berproduksi pada tahun 2015 – 2016 ini kami berharap ada tambahan produksi gas sebesar 265 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dimana sebagian besar akan digunakan untuk memasok kebutuhan gas dan Liquefied Natural Gas (LNG) domestik," kata Rudi Rubiandini di kantor SKK Migas Jakarta, Jumat (1/2/13).

Rudi menjelaskan, lapangan Jangkrik North East di Muara Bakau akan memproduksi gas sebesar 145,5 juta kaki kubik per hari dan diolah menjadi LNG di kilang Bontang untuk kemudian sebanyak 40 persen dialokasikan akan digunakan untuk pasokan LNG ke domestik. Sementara Lapangan MBH dan MDA di Offshore Madura akan memproduksi gas sebesar 120 juta kaki kubik per hari dan akan digunakan untuk domestik seluruhnya menggunaan pipa untuk memenuhi kebutuhan Jawa, Bali, Madura.

“Sesuai dengan tuntutan masyarakat dan juga investor yang ingin percepatan proses maka telah kami setujui dua persetujuan pengembangan lapangan tahap kedua yaitu pengembangan lapangan tahap kedua di lapangan Jangkrik di Blok Muara Bakau dan pengembangan lapangan tahap kedua di lapangan MBH dan MDA. Kami berharap hal ini dapat mempercepat peningkatan produksi dan menahan laju penurunan produksi minyak dan gas,” ujarnya.

Untuk pengembangan Lapangan Jangkrik North East dibutuhkan investasi sebesar US$1,4 miliar yang pada awalnya akan ditanggung oleh Kontraktor, dan dari hasil pengembangan lapangan ini Pemerintah akan mendapatkan Penerimaan Negara sebesar US$1,14 miliar selama masa produksi. Sementara dari Lapangan MBH dan MDA di Offshore Madura dibutuhkan investasi sebesar US$396,9 juta yang juga akan ditanggung kontraktor pada awalnya. Dari hasil pengembangan Lapangan MBH dan MDA,

Pemerintah akan mendapatkan Penerimaan Negara sebesar US$1,18 miliar.

“Kami akan terus berupaya memaksimalkan Penerimaan Negara dari pengelolaan lapangan-lapangan minyak dan gas untuk sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat sesuai dengan amanat dalam UUD 1945,” jelasnya.

Rudi mengatakan persetujuan pengembangan lapangan tahap kedua yang diberikan semata-mata hanyalah dengan tujuan agar memberikan kesejahteraan kepada seluruh Rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU