FKK Industri Hulu Migas Himbau Semua Pihak Jaga Iklim Investasi
ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Mencermati kondisi paska pembubaran Badan Pelaksana Usaha Hulu MInyak  dan Gas Bumi (BPMIGAS),  Forum Komunikasi Kehumasan (FKK) Industri Hulu Migas berharap semua pihak ikut menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor migas. Pasalnya, iklim usaha yang kurang kondusif membuat investor enggan berinvestasi, padahal, untuk meningkatkan produksi migas dibutuhkan investasi yang sangat besar.

Ketua FKK Industri Hulu MIGAS Joang Laksanto mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, (31/1/2013) lalu. Lebih jauh dia menjelaskan, sejak mencapai puncak produksi (yang kedua) lebih dari 1,6 juta barrel per hari di tahun 1995, penurunan produksi minyak terus terjadi.

Saat ini, tingkat produksi harian hanya mampu dikisaran 830.000 atau separuh dari puncak produksi tahun 1995.  "Selain itu, bicara cadangan terbukti minyak juga terus menurun dari 5,2 miliar barrel menjadi hanya di kisaran 4 milliar barrel, tiap tahun target lifting minyak APBN hampir selalu tak pernah tercapai. Penyebab dari penurunan produksi tersebut akibat berbagai hal," jelas Joang.

Fakta-fakta inilah yang membuat prihatin FKK bila melihat perkembangan iklim investasi migas saat ini.

"Pasalnya, produksi dan cadangan migas baru akan dapat meningkat secara signifikan hanya jika dilakukan investasi eksplorasi untuk penemuan-penemuan lapangan baru dengan cadangan minyak/gas skala besar dan peningkatan perolehan minyak (EOR/Enhanced Oil Recovery)," tuturnya.

Dikatakan Joang, investasi baik untuk EOR maupun eksplorasi skala besar hanya akan ada jika iklim investasi hulu migas kondusif.

"Iklim investasi yang kondusif akan tercipta antara lain jika ada kepastian aturan main dari pengelolaan hulu migas nasional. Karena itu, FKK berharap agar draft revisi UU No. 22 tahun 2001 tentang Pengelolaan Usaha Hulu Migas disetujui, marilah kita kawal bersama untuk kepentingan bangsa dan negara agar draft revisi UUmigas yang saat ini sedang dibahas secepatnya disetujui oleh DPR," pungkasnya. [Ain]

 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU