Tanpa Insentif, Konversi BBM ke BBG Dipastikan  'Mogok' Lagi
Widyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SKK Migas (foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com – Meskipun dikatakan Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kebutuhan gas untuk konversi BBM ke BBG tidak besar hanya 50 MMSCFD dan menyatakan sanggup untuk mengawal program konversi di tahun 2013 ini. Namun ada beberapa poin penting yang patut dipertimbangkan oleh pemerintah, seperti diungkapkan Widyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SKK Migas butuh totalitas dalam melaksanakannya juga insentif agar masyarakat mau berpindah ke gas.

“Butuh all out, harus semua ada untuk orang pakai gas. Harus ada ketersediaan supply, jangan lupa kita isi gas nggak kayak isi bensin tapi lebih lama, insentif nya harus ada. Salah satunya disparitas harga harus ada, sekarang premium aja murah, masyarakat nggak punya insentif mau switch,” ujarnya ketika dihubungi Seruu.com di Jakarta, Minggu (3/1/2013).

Widyawan menjelaskan, butuh waktu memperhitungkan semua faktor dalam konversi BBM ke BBG karena logikanya ketika masyarakat disediakan converter kit gratis-pun belum tentu mau berpindah menggunakan gas apalagi jika harus mengeluarkan biaya membeli juga memasang converter kit sendiri pada kendaraan mereka karena tidak adanya insentif.

“Analoginya, dulu kan mau dinaikin nih Rp1.500 BBM subsidi supaya orang punya opsi dia beli yang beli mahal atau pindah ke gas sekarang kan nggak ada,” tambahnya.

Kondisi seperti saat ini dinilainya tidak terlalu menguntungkan bagi implementasi kebijakan konversi, karena menurutnya lagi-lagi masalah konversi gas kuncinya adalah infrastruktur. Maka ia menyayangkan jika ternyata usulan dana konversi oleh pemerintah telah disepakati oleh Kementerian Keuangan ternyata tidak terpakai lagi seperti tahun kemarin.

“Kalau anggaran sudah disetujui sayang kalau nggak dipakai, misalnya tahun kemarin untuk pengadaannya 6 bulan nggak selesai, sementara orang-orang nggak berani takutnya salah dikit bisa fatal. Banyak di Jakarta yang mau konversi, tapi mau dimana ngisinya,” tandas Widyawan.

Beberapa waktu lalu Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementrian ESDM, Umi Asngadah mengaskan Kementrian ESDM masih memiliki peranan aktif  dalam program konversi BBM ke BBG tahun 2013 ini. Ditjen Migas KESDM memiliki dua program yaitu Edukasi dan Implementasi yang bertujuan untuk  memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menggunakan BBG lebih efisien dan lebih rendah emisi. Yang kemudian diteruskan dengan pemasangan konverterkit bagi kendaraan umum, pemerintah dan transportasi kapal.

“Dengan investasi awal di tahun 2013 ini untuk pembangunan SPBG di Kaltim sebesar Rp 144 milyar, kami ada pemasangan konverter kit sekitar 2500 unit, 2000 untuk kendaraan dinas, umum dan taxi sedangkan yang 500 untuk kapal. Sedangkan di ESDM untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan dilanjutkan dengan pemasangan konverter kit, dananya sekitar Rp 470 Milyar karena hanya 2500 unit,” papar Umi kepada Seruu.com di Jakarta, Sabtu (12/1/2013).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU