Widyawan: Pengendalian BBM Paling Ideal Adalah Kenaikan Harga
Widyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SKK Migas (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com – Meski perkara pengendalian BBM subsidi menjadi domain  Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bukanlah Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Widyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SKK Migas memberikan pandangannya secara personal mengenai pengendalian BBM subsidi sesuai Peraturan Menteri ESDM No 01 Tahun 2013 yang berisi pelarangan mengkonsumsi BBM subsidi di beberapa sektor dan jenis kendaraan, pengendalian ini sama halnya dengan kebijakan pengendalian tahun kemarin yang dinilai banyak pihak tidak efektif.

Ia berpendapat, saat dirinya memposisikan diri menjadi seorang konsumen dan katakanlah ini kebijakan nasional yang semua orang peduli maka harus ada koordinasi sehingga tercipta sinergi, dan semua bisa dijalankan dengan tepat.

“Kalau nggak salah Pak Wacik sendiri kan mengakui bahwa kemarin perencanaannya tidak cukup matang, tapi tidak sia-sia”, katanya ketika dihubungi Seruu.com di Jakarta, Minggu (3/2/2013).

Namun widyawan menilai opsi paling ideal dalam pengendalian BBM subsidi adalah kenaikan harga, tapi entah apa alasan dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral  tidak menggunakan opsi ini karena yang pasti akan berdampak akan terlaksananya konversi BBM ke BBG.

“Yang paling ideal BBM naik ,meski sampai sekarang Pak Menteri bilang nggak akan naik, kayak begitu itu akan memberi dampak terhadap konversi BBG. Dulu kan kita ayam telor, konversi jalan asal BBM naik tapi BBG nggak bisa siap karena nggak ada insentif orang untuk switch”, jelas Widyawan.

Ketika disinggung kesiapan pemerintah hadapi over kuota BBM subsidi tahun ini dengan tidak terlaksananya konversi BBM ke BBG, pihaknya berkata kunci dari berjalannya program adalah fokus. Terlebih anggaran negara juga minim dalam pelaksanaannya.

“Jadi mau mana dulu, harusnya investasi dulu, negara tidak punya cukup uang untuk jalankan ini. Dibilang siap over kuota, saya nggak tahu itu karena harus diakui konsumsi itu bisa menjadi consumption”, pungkasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU