JATAM: Kaltim  Akan Hadapi Kondisi Terburuk Akibat Tambang
Aktivitas pertambangan (istimewa)
Bakal banyak nyawa melayang juga anak-anak, bencana banjir hampir semua kawasan tersebut terendam air yang akan terus naik. Bahkan ancaman kekurangan pangan menjadi ancaman baru karena di Kalimantan sendiri bergantung dari Jawa dan Sulawesi, ketika cuaca hujan gelombang laut naik dan akan jadi ancaman kekurangan pangan - Kahar Al Bakri

Jakarta, Seruu.com – Dalam potret JATAM pertambangan berbagai mineral dan batubara tidak terlalu berbeda dan hanya faktor usia tambang yang menjadi indikator parahnya dampak penambangan tersebut. Analoginya,  dikatakan Dinamisator JATAM Kalimantan Timur, Kahar Al Bahri apapun yang diambil dari tanah akan kembali ke tanah dan jika ada pembukaan lahan batubara maupun timah, saat menguap ke atas kemudian menjadi awan sampai menurunkan hujan maka air tersebut turun lagi ke tanah. Maka saat menyentuh tanah akan ada yang paling rentan terkena dampaknya yaitu kaum ibu karena yang paling rentan dan sering berinteraksi dengan air. Kedua adalah anak-anak yang sering bermain di tanah.

“Ini yang luput dari perhatian pemerintah, mereka menjadi kelompok paling rentan di sektor  pertambangan dan mereka menjadi orang pertama yang kena dampak di daerah pertambangan,” katanya  kepada Seruu.com di Jakarta, Senin (4/2/13).

Dengan sengaja dilakukan pembiaran akan hal tersebut, juga maraknya berbagai macam penyakit ia menjamin akan terjadi kondisi terburuk dimana terus berjatuhan korban. Terlebih tambang masuk dengan kekerasan, pengusaha tambang masuk ke area dengan menyewa masyarakat laskar adat lokal untuk melindungi lahan sehingga ketika masyarakat tidak mau melepas lahan akan dijadikan ancaman juga,.

“Bakal banyak nyawa melayang juga anak-anak, bencana banjir hampir semua kawasan tersebut terendam air yang akan terus naik. Bahkan ancaman kekurangan pangan menjadi ancaman baru karena di Kalimantan sendiri bergantung dari Jawa dan Sulawesi, ketika cuaca hujan gelombang laut naik dan akan jadi ancaman kekurangan pangan,” jelasnya.

Dengan banyaknya pilkada, Kahar melihat tambang menjadi primadona baru di Kalimantan karena menjadi penyumbang yang tepat untuk politik. Semakin mudahnya membuka konsesi pertambangan baru juga turut mengkhawatirkan rusaknya lingkungan. Tidak diperlukan skill menambang , asal penambang mendapatkan ijin konsesi batubara dan memiliki kedekatan dengan walikota atau bupati.

“Mendekati pilkada itu kan diobral, itu alasan mengapa begitu besar daerah yang keluarkan ijin mendekati pilkada. Dan sekarang sudah habis tinggal menunggu itu dibuka satu persatu, sekarang belum terbuka besar karena yang ditambang adalah wilayah pesisir-pesisir yang dekat dengan sungai Mahakam dan akses tersebut digunakan untuk angkut batubara,” ungkap Kahar.

Dalam catatan JATAM sendiri, dari kawasan tambang Kaltim dalam sehari bisa diangkut 20 hingga 57 ponton batubara dan 1 ponton bisa sampai 8 ribu matrick ton. Kondisi ini diperparah dengan pemberian konsesi oleh bupati dan walikota yang menyebabkan overlapping bukanlah sebuah masalah, “asumsi ini yang harus dirubah mereka pikir bisa ditambang dulu lalu ditanami sawit. Posisi walikota terlalu dinaikkan padahal ini yang justru jadi ancaman baru dengan kewenangannya itu”, pungkasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU