Waduh, Prancis Bangkrut Blok Mahakam Dijadikan ATM Total E&P
Aktivitas pengeboran minyak di Blok Mahakam (Istimewa)
Menteri buruh Prancis nyatakan bangkrut dan Perdana Mentri Prancis datangi SBY Oktober tahun kemarin untuk diperpanjang. Kita jangan lupakan masa lalunya, mereka pernah berhasil tambah APBN dengan revenue yang ada 400 sumur di on shore, yang kita inginkan 2017 jangan diperpanjang Pertamina dan daerah yang ambil. Total silahkan ambil blok baru lain - Wahdiyat

Jakarta, Seruu.com - Pada akhir Januari 2013 seorang Menteri dalam jajaran kabinet Presiden Francois Hollande mengatakan, bahwa Perancis adalah negara bangkrut. Pernyataan tersebut dilansir dari salah satu media Internasional.
 

"Ada negara tetapi negara benar-benar bangkrut," kata Menteri Buruh Perancis, Michel Sapin. (BBC Indonesia)

Kebangkrutan Prancis ini dinilai menjadi alasan Total E & P menekan pemerintah Indonesia untuk meminta perpanjangan kontrak di Blok Mahakam yang akan habis pada tahun 2017.

Bahkan Wahdiyat, Ketua Umum Aliansi Rakyat Kaltim Untuk Blok Mahakam menegaskan posisi blok tersebut tengah dijadikan sumber "ATM" bagi Prancis. Padahal jelas dalam segi income negara, Total tidak pernah bisa menambah revenue. Maka dengan berakhirnya kontrak, ia meminta agar pengelolaan blok Mahakam kembali ke Pertamina dan daerah.

"Menteri buruh Prancis nyatakan bangkrut dan Perdana Mentri Prancis datangi SBY Oktober tahun kemarin untuk diperpanjang. Kita jangan lupakan masa lalunya, mereka pernah berhasil tambah APBN dengan revenue yang ada 400 sumur di on shore, yang kita inginkan 2017 jangan diperpanjang Pertamina dan daerah yang ambil. Total silahkan ambil blok baru lain," tegasnya kepada Seruu.com di Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Dengan investasi melalui participating interest tentunya ia jamin daerah akan mendapat 10%. Maka pemerintah tidak perlu membeli blok ini, apalagi melakukan POD lagi. "Blok ini jangan kita beli dari Total, POD lagi, ini sudah lunas ngapain kita beli. Kita cuma keluarkan operating espended (biaya untuk kelola sumur) bukan cari sumur lagi", tambahnya.

Ia berpendapat, bahkan yang ia yakini diperkuat oleh pendapat para politikus, ahli-ahli hukum yang menyatakan bisa saja biaya pemenangan politik 2014 dari Total. Logikanya, lanjut Wahdiat dari hasil lifting minyak nasional sebesar 100%, 85% dialokasikan untuk negara dan 15% ke Total. Dan jika Total posisinya digantikan Pertamina dan daerah, maka APBN akan bertambah.

"Kalau di negeri ini APBN nambah tapi malah dimusuhi kira-kira yang gila siapa, dengan penambahan sekitar 10%," tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU