Jika Cadangan Blok Mahakam Hanya 2 TCF, Mengapa Diperebutkan?
Eksekutif Direktur IRESS Marwan Batubara (Dok.Seruu.com)
Berapa cadangan yang tersisa yang dikatakan di media, itu digunakan argumentasi untuk melemahkan kita, padahal masih puluhan triliun rupiah. Kenapa PM Prancis ngotot minta diperpanjnag kontraknya, kalau cadangannya mau habis? - Marwan Batubara

Jakarta, Seruu.com - Eksekutif Direktur IRESS Marwan Batubara menyatakan kunjungan pemerintah pada bulan Juli 2012 lalu ke Paris Juli lalu merupakan sebuah clue telah adanya deal antara pemerintah dengan Total E&P. Bahkan semakin tampak jelas pada 12 Oktober lalu ketika Jero Wacik  mengatakan "Siapa bilang mau dan mampu nanti bangkrut kalau Pertamina yang kelola". Marwan menyimpulkan pernyataan Wacik tersebut tidak lebih dari pernyataan pengkhianat, atau antek asing.

"Berapa cadangan yang tersisa yang dikatakan di media, itu digunakan argumentasi untuk melemahkan kita, padahal masih puluhan triliun rupiah. Kenapa PM Prancis ngotot minta diperpanjnag kontraknya, kalau cadangannya mau habis?" kata Marwan kepada Seruu.com di Jakarta, Jumat (8/2/2013).

Ia meminta kepada pemerintah untuk membuka logika masyarakat untuk  berpikir. Dengan tidak memberikan info yang tidak bisa diterima analoginya.

"Pemerintah berbohong demi kepentingan asing dengan cara manipulasi angka jumlah cadangan," tegasnya.

Ungkapan Marwan ini ditimpali pernyataan Wahdiyat Ketua Umum Aliansi Rakyat Kaltim Untuk Blok Mahakam. Ia menyampaikan ketika ada diskusi di salah satu stasiun TV nasional,  Total memaparkan cadangan lapangan minyak tersebut masih 5 TCF per 2017.

Namun berbeda yang dilansir SKK Migas yang mengumumkan cadangan blok tersebut hanya tinggal 2 TCF.

"Sisa sedikit mengapa diperebutkan, ironisnya kenapa justru PM Prancis minta perpanjang kontrak ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kalau cuma  2 TCF hengkang aja lah, nggak usah duperpanjang. Kenapa diperpanjang kalau sisa segitu berarti kan masih banyak, itu sudah jadi konsumsi politik dalam negeri, semua tau Prancis sedang bangkrut," pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi detail cadangan blok tersebut, Widyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SKK Migas mengatakan cadangan per WK (wilayah kerja) tidak boleh diekspose, dan yang boleh dipublish ke publik hanya tambahan cadangan. Seumpama cadangan tambahan pada tahun 2012,  itupun menjadi domain pemerintah.

"Jadi pemerintah akan mengeluarkan angka cadangan. Ada statusnya, dan yang keluar terakhir adalah 1 Januari 2012 itu angka resmi dari pemerintah," kata Widyawan ketika ditemui Seruu.com di Jakarta, Rabu (30/1/13).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU