Bupati Beltim: 3 Korban Belum Ditemukan, Ini Akan Kita Evaluasi!
Tujuh alat berat (escavator) dari PT Timah diterjunkan guna membantu pencarian korban longsornya tanah galian timah di lokasi IUP PT Timah , Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Belitung Timur (Foto: Ain/Seruu.com)
TI ini ketika lahan dibuka dan hujan besar sulit diprediksi, lihat seperti di Bogor, Sukabumi semuanya longsor apalgi tambang begini. Ini kita coba semua kita serahkan semua pada PT Timah agar mereka proses dan kita awasi juga, gimana agar penambangan nggak beresiko karena yang nambang dari luar, kan Palembang semua mungkin ini kurang hati-hati, ini yang mau kita evaluasi soalnya sampai hari ini kita belum dapat laporan - Basuri T. Purnama

Belitung Timur, Seruu.com - Pada hari ke -empat upaya pencarian 3 korban tewas lainnya akibat tertimbun longsor tanah galian timah di lokasi IUP PT Timah (Persero) Tbk tepatnya sekitaran Travo Mayang, Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim), yang terjadi pada hari Sabtu (9/2/2013) hingga hari ini terus dilakukan.

Berdasarkan data yang didapat Seruu.com di lokasi kejadian, peristiwa kecelakaan tambang ini diperkirakan sekitar pukul 15.30 WIB dan menewaskan 5 korban jiwa yaitu  Nur Kholik (31), Jasmo (35),  Imam Tarofik (30), Edi Sumarno (38) dan Adi Kurnianto (24). Nur Kholik ditemukan dalam kondisi sudah terbujur kaku, setelah tertimbun longsor di dalam lubang galian tambang timah, di lokasi IUP PT Timah, disekitar Trafo Mayang, Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim), Minggu (10/2/2013) sore.

Pada hari pertama pencarian, telah ditemukan jasad Adi Kurnianto sekitar pukul 20.30 WIB, dan jenazah Adi Kurnianto dipulangkan kepada  keluarganya di Minggu (10/2/2013) malam, setelah diterbangkan dari Bandara HAS Tanjungpandan menuju Palembang. Hari kedua pencarian, sekitar pukul 17.30 WIB dalam pencarian korban dengan mengerahkan 7 alat berat (escavator) dari PT Timah bersama tim kepolisian dan Tagana Kabupaten Beltim. Jenazah korban Nur Kholik berhasil dievakuasi yang kemudian disemayamkan di RSUD Beltim, sebelum diterbangkan ke kampung halamannya.

"Dalam pencarian hari keempat ini, 3 jenazah belum ditemukan, namun sudah ada tanda-tanda berupa terlacaknya posisi mesin tambang yang mereka gunakan. Peristiwa ini tidak satupun pihak yang tahu kronologinya, dan kami sangat terkendala oleh cuaca (hujan terus menerus),"jelas salah seorang tim evakuasi PT Timah, ketika ditemui Seruu.com di Belitung Timur, Selasa (12/2/2013).

Bupati Belitung Timur, Basuri T. Purnama saat ditemui Seruu.com menyampaikan, musibah yang terjadi kali ini memang sulit diprediksi. Terlebih ini dikerjakan oleh penambang Tambang Inkonvensional (TI) yang bermitra dengan PT Timah.

"TI ini ketika lahan dibuka dan hujan besar sulit diprediksi, lihat seperti di Bogor, Sukabumi semuanya longsor apalgi tambang begini. Ini kita coba semua kita serahkan semua pada PT Timah agar mereka proses dan kita awasi juga, gimana agar penambangan nggak beresiko karena yang nambang dari luar, kan Palembang semua mungkin ini kurang hati-hati, ini yang mau kita evaluasi soalnya sampai hari ini kita belum dapat laporan," tandasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU