Siapapun Presidennya Akan Nikmati Peningkatan Produksi Migas
Menteri ESDM Jero Wacik (kanan) dan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini (Kiri) -- Foto: Aini/ Seruu.Com

Jakarta, Seruu.com - Di tengah polemik menyusupnya kepentingan politis di sektor ESDM tidak hanya pertambangan mineral dan batubara, tapi juga sektor Migas yang seringkali dikatakan pemerhati Migas juga pengamat pertambangan dimanfaatkan beberapa oknum pemerintah demi pendanaan politik 2014. Namun seperti yang disampaikan Menteri ESDM Jero Wacik panasnya suhu politik tidak akan mempengaruhi kinerja di sektor ESDM.

Siang tadi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencoba realisasikan ucapan Wacik dengan  mentargetkan laju penurunan produksi minyak pada tahun 2013 sebesar 0,2 persen dari laju penurunan alamiah yang diperkirakan akan mencapai angka 21 persen.

“Turunnya kuantitas jumlah minyak di alam itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun, ini kan kehendak alam, apa yang ada dalam perut bumi di luar domain SKK Migas ataupun K3S. kita hanya bisa berdoa saja dan tetap optimis dengan target yang sudah ditetapkan,” ungkap Rudi Rubiandini dalam acara pembukaan Rapat Kerja Tahunan SKK Migas, di Jakarta, Kamis, (14/2/2013).

Target penurunan alamiah yang mendekati angka 0 persen tentunya bukan hal mudah, tapi Rudi sangat percaya diri mengungkapkannya kepada publik melalui media pihaknya akan berusaha keras menggunakan beberapa cara untuk menahan laju penuruanan produksi minyak. Yaitu secara alamiah dengan upaya pengeboran pengembangan (Development Exploration), work over, well service dan optimasi fasilitas produksi yang didukung oleh perubahan struktur di dalam organisasi.

“Saya yakin kita mampu mencapai target 0 persen ini, dengan doa dan dukungan dari seluruh pihak serta usaha yang akan dikerhakan, SKK Migas akan mengawal industri migas Indonesia ke arah yang lebih baik, jadi siapapun nanti Presidennya sudah bisa menikmati peningkatan produksi migas kita", tegasnya.

Rudi menambahkan, untuk produksi gas sendiri diharapkan dapat ditingkatkan hingga 4,2 persen dengan melakukan upaya pengeboran yang lebih massive di tahun ini. Menurutnya, jika SKK Migas tidak melakukan kegiatan apapun untuk menahan laju penurunan produksi, maka produksi gas tahun ini akan menurun sebesar 20 persen.

"Pada tahun 2012 laju penurunan produksi minyak hanya sanggup ditahan menjadi 4,7 persen dan pada tahun 2011 hanya sanggup ditahan sebesar 4,5 persen. Sementara laju penurunan produksi gas pada tahun 2012 sebesar 3,1 persen dan tahun 2011 sebesar 5 persen", imbuhnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU