Tak Ada Klarifikasi di Media, Dewi Aryani Minta Sukrisno Diganti
4 alat berat (escavator) kemarin sore hingga kini turun memindahkan tanah. diduga kuat posisi ketiga jenazah di seputar pinggir alat berat, namun medan yang berair menyulitkan evakuasi (Foto: Aini/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com – Tidak adanya konfirmasi di media lokal bahkan nasional dari Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Sukrisno, tentang kecelakaan tambang yang terjadi di lokasi IUP PT Timah, Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim) pada Sabtu (9/2/13). Peristiwa yang menelan 5 korban tewas, dengan 3 korban lain belum bisa dievakuasi hingga hari ini sejak awal kejadian hingga hari ketujuh hanya keterangan dari Pengawas Produksi (wasprod) PT Timah di Belitung Timur, Dwi Suharto dan Kawilasi Beltim Muh. Risky yang dihimpun media, bahkan dibuktikan dari pengamatam Seruu.com di lokasi kejadian keduanya yang sangat aktif mengatur jalannya evakuasi. Atas ketiadaan konfirmasi juga klarifikasi inilah yang dinilai anggota Komisi VII DPR RI Dewi Aryani sebagai bentuk ketidakprofessionalan PT Timah sebagai perusahaan pelat merah.

“Ganti Dirutnya kalau tidak mampu menghadapi wartawan soal kasus ini, Direksi PT Timah perlu dievaluasi kompetensinya, terutama soal manajemen keselamatan kerja,” tegas Dewi Aryani di Jakarta, Jumat (15/2/13).

Hingga hari ini tim evakuasi belum bisa menemukan ketiga korban lainnya, padahal dari PT Timah sendiri seperti disampaikan Risky telah diturunkan 7 escavator, rescuer, 3 mesin pompa untuk mengangkat air, juga memaksimalkan penerangan. Padahal dari perusahaan mitra justru hanya hanya personil yang diturunkan untuk membantu proses evakuasi. Juga dibantu perlengkapan dari Tagana (Taruna Siaga Bencana) Belitung Timur. Tapi tetap saja dinilai Dewi perlu adanya evaluasi dari direksi.

“Ini cermin bahwa BUMN sektor energi harus segera dievaluasi direksinya. Jangan menempatkan orang yang tidak tepat pada posisinya, sehingga tidak maksimal kinerjanya. Pertaruhan BUMN adalah mengelola uang negara. Harus profesional dan mengutamakan keselamatan kerja,” jelasnya.

Dewi juga mengkritisi kurangnya peralatan yang seharusnya juga disediakan dari pusat, “Ini jelas tidak professional, sebagai perusahaan tambang milik pemerintah mestinya memiliki peralatan preventif dan evakuasi sebagai bagian dari pelaksanaan pengamanan kegiatan tambang. Jangan malah kinerjanya seperti perusahaan tambang rakyat,” tutupnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU