PLN Siap Pasok Listrik Industri
ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Dengan semakin andalnya pasokan listrik di beberapa daerah, PT PLN (Persero) semakin siap mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Diantaranya adalah dukungan kesiapan pasokan listrik untuk industri-industri skala besar. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara PLN dengan beberapa perusahaan di Sulawesi, Sumatera Utara, dan Bangka Belitung serta pemerintah kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Pada Jumat (15/2/2013) di PLN Pusat, Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji menandatangani nota kesepahaman dengan tiga perusahaan besar yang berinvestasi di bidang pertambangan serta dengan Bupati Bantaeng. Ketiga perusahaan tersebut adalah :

PT Kawasan Industri Medan (Persero (KIM), diwakili oleh Direktur Utama Gandhi D. Tambunan terkait persiapan pasokan listrik 200 Mega Watt (MW) ke kawasan industri Medan di Medan, Sumatera Utara.

PT Timah (Persero) Tbk, diwakili oleh Direktur Utama Sukrisno terkait persiapan pasokan listrik 25 MW untuk kegiatan operasional PT Timah di kabupaten Bangka, Bangka Belitung.

PT Earthstone Metals And Mining dan pemerintah Kabupaten Bantaeng, diwakili oleh Direktur Hemankur Upadhaya dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, terkait persiapan pasokan listrik 70 MW ke lokasi pabriknya di Kabupaten Bantaeng dan .
 
Kesepakatan yang ditandatangani antara PLN dengan KIM berupa kajian penyiapan langkah kerja sama bisnis pasokan listrik bagi pelaku industri di Kawasan Industri Medan. Kerja sama bisnis jangka panjang ini mengutamakan prinsip saling menguntungkan demi memajukan perekonomian Medan dan Sumatera Utara.
 
Menurut Dirut KIM, selama ini KIM kewalahan melayani permintaan investor hanya dengan kemampuan pasokan listrik 90 MW dari PLN karena investor meminta kepastian sumber pasokan listrik usaha mereka. “Kami butuh 200 MW lebih pasokan listrik dari PLN untuk melayani para investor yang masuk,” ungkap Gandhi Tambunan.
 
Sedangkan kerja sama jual beli tenaga listrik antara PLN dengan PT Timah terkait dengan rencana PT Timah yang akan melakukan pengembangan usaha di Bangka dan sekitarnya yang membutuhkan pasokan listrik sekitar 25 MW. Seiring dengan rencana PT Timah, PLN juga sedang dalam proses penguatan system ketenagalistrikan Bangka Belitung dengan cara menghubungkan dengan system kelistrikan Sumatera Selatan melalui kabel laut 150 kV.
 
Dirut PT Timah, Krisno menjelaskan bahwa kebutuhan listrik untuk operasional PT Timah di dapat dari genset kapasitas 25 MW. "Kami harus melakukan pengjematan BBM. Namun untuk pengembangan industri kami yang baru listriknya belum ada. Kalau bangun PLTU sendiri belum tahu jadinya kapan. Kalau listriknya dapatdari PLN, di tahun 2014 ini sudah bisa kita nikmati".

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PLN, Nur Pamudji, menyatakan PLN sudah membangun PLTU 2x30 MW di Bangka. "pasokan batubara dari Sumatera Selatan sejauh ini tidak bermasalah. Untuk unit 1 sudah menghasilkan listrik dengan status masih percobaan. Bila lancar bulan Maret ini sudah selesai masa percobaan". Sedangkan unit 2 selesai tahun 2014.

Berikutnya juga siap dibangun PLTU 2x30 MW milik swasta. "Jadi akan ada tambahan kapasitas 4x30 WM untuk Bangka", kata Nur Pamudji.

Di sisi lain, akan dibangun transmisi dari Tanjung Api-api. Kemudian transmisi untuk listrik dari Sumatera Selatan juga akan dibangun menyebrang ke Bangka.

Di pihak lain, kerja sama PLN dengan PT Earthstone Metals And Mining berkaitan dengan rencana PT Earthstone membangun pabrik bijih mineral mangan di Kabupaten Bantaeng.

Untuk operasional industri pengolahan ini, dibutuhkan daya listrik 70 MW. Kebutuhan daya ini relatif sangat besar untuk ukuran Sistem Ketenagalistrikan Sulawesi Selatan, dan karenanya perlu kesiapan teknis sejak awal. Dalam hal ini PLN dan PT EarthStone lewat MoU yang ditandangani, mengikat kesepatakan tentang kajian pasokan listrik untuk pabrik tersebut.
 
Terlaksananya kesepakatan antara PLN dengan PT Earthstone merupakan kerja keras Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang sangat mendukung tumbuhnya industri di Bantaeng sebagai sentra industri baru penggerak perekonomian Sulawesi Selatan. Dukungan kuat dari Pemkab Bantaeng antara lain ditunjukkan dengan kehadiran dan keikutsertaan Bupati pada penandatanganan MoU antara PLN dengan PT Earthstone.

Ini kali kedua Bupati hadir di PLN Pusat, setelah tahun lalu juga menandatangani MoU antara PLN dengan industri smelter PT Bumi Bakti Sulawesi. Dari sekian banyak kerja sama bisnis PLN, baru Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang sangat proaktif mendukung dan mengawal terealisirnya suatu usaha bisnis atau industri di daerah.
 
Dengan ditandanganinya nota kesepahaman bersama industri skala besar, maka semakin memperlihatkan kepercayaan para pelaku bisnis dan industri serta kalangan investor pada kemampuan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan tingkat mutu layanan yang lebih tinggi dari standar PLN saat ini. Komitmen PLN untuk memasok listrik bagi industri skala besar ini juga menunjukkan bahwa PLN proaktif untuk mampu menyiapkan listrik dengan kapasitas besar dan kualitas tinggi untuk mendukung ekonomi yang tumbuh dengan pesat. [Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU