Thamrin Takkan Turut Campur Kisruh Group Bakrie  &  Nat Rotschild
Dirjen Minerba Thamrin Sihite (Foto: Aini/Seruu.com)
Apabila dalam pengelolaan tambang melibatkan asing, sebaiknya diselesaikan secara B to B. Kita coba memfasilitasi perusahaan modal dalam negeri (PMDN) kita dorong untuk menjadi pemain di dalam negeri sendiri. Artinya, kalau kita sudah mampu buat apa sih, apalagi teknologinya tidak dibutuhkan, investasi sekarang banyak yang punya duit di dalam negeri - Thamrin Sihite

Jakarta, Seruu.com - Sejalan dengan akan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources pada 21 Februari 2013, Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Thamrin Sihite menyatakan tidak akan turut campur kisruh antara Group Bakrie dan Nat Rotschild.

Namun, pihaknya tetap mendukung upaya pengelolaan tambang dilakukan oleh perusahaan dalam negeri, meski  tidak menutup kemungkinan perusahaan dalam negeri tersebut bekerjasama dengan investor asing. Tapi kerjasama tersebut harus dilakukan dengan metode business to business atau B to B.

"Apabila dalam pengelolaan tambang melibatkan asing, sebaiknya diselesaikan secara B to B. Kita coba memfasilitasi perusahaan modal dalam negeri (PMDN) kita dorong untuk menjadi pemain di dalam negeri sendiri. Artinya, kalau kita sudah mampu buat apa sih, apalagi teknologinya tidak dibutuhkan, investasi sekarang banyak yang punya duit di dalam negeri,"kata Thamrin Sihite saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/2/13).

Thamrin menambahkan, walaupun pemerintah tidak ikut campur masalah tersebut namun bisa mendapat pelajaran. Sehingga pemerintah akan lebih mengevaluasi kebijakan yang tepat untuk mendukung pengelolaan tambang dalam negeri diprioritaskan oleh perusahaan tambang lokal. Perusahaan menurutnya dilarang keras untuk bahwa sebuah perusahaan tambang tidak boleh menjaminkan sumber daya alam (SDA) yang masih ada di dalam tanah kepada perusahaan asing, karena milik negara dan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Sumber daya alam itu milik negara, dan itu ngga bisa dijaminkan. Nah, kalau itu dijaminkan dia melanggar UU," tegas Thamrin.

Untuk mengingat kembali, Bakrie memutuskan untuk keluar dari Bumi Plc setelah berselisih pendapat selama berbulan-bulan, karena Rothschild kala itu melakukan pe­nyelidikan terhadap laporan keuangan BUMI. Kondisi tersebut diperburuk dengan adanya tuduhan hacking dan jatuhnya harga batubara.

Awalnya, keluarga Bakrie dan Rothschild sepakat untuk melaku-kan tukar guling antara saham BUMI dan Vallas, dengan  membentuk perusahaan gabungan Bumi Plc pada Oktober 2010. Perusahaan terse­but dibentuk untuk membawa aset pertambangan Indonesia kepada investor di London.[Ain]

 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU