Perpanjang Kontrak Jasa Rig Apexindo, Total Patuh Dicontoh
ilustrasi

Jakarta, Seruu.com - Hari ini Total E&P Indonesie menandatangani perpanjangan 5 kontrak jasa rig  PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (Apexindo) yang nilainya mencapai $590 juta untuk mempertahankan tingkat produksi minyak dan gas di blok Mahakam. Jasa rig sendiri merupakan serangkaian kegiatan pengeboran untuk memperoleh minyak, gas bumi, atau deposit mineral  yang ada di blok Mahakam.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menyambut antusias langkah tersebut, yang dianggap sejalan dengan program kerja dari SKK MIGAS yang menjadikan tahun 2013 sebagai tahun pemboran.

“Saya menyambut gembira penandatangan kontrak jangka panjang antara Total dan Apexindo dalam pemenuhan kebutuhan berbagai jeis rig (Jack-up, swamp barger rig dll) yang akan digunakan untuk mendukung operasi pemboran pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Rudi Rubyandini di Kantor Total E&P Indonesie di WTC II, Jakarta, Senin hari ini (18/2/13).

Rudi juga memaparkan perihal 104 program kerja yang harus dilakukan sepanjang tahun 2013 diantaranya akan melakukan 258 pemboran sumur eksplorasi, 1.178 sumur development dan  1.094 work over serta melakukan survey seismik 2 dimensi dan 3 dimensi masing-masing seluas 18.751 km dan 22.298 km.

"Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi kegiatan pemboran selalu lebih rendah dari rencana.  Misalnya pada tahun 2012 realiasi kegiatan survey dan pemboran hanya 88 persen.  Pencapaian terendah terjadi pada realisasi kegiatan ekplorasi yang hanya 50 persen," jelasnya.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, lanjut Rudi, menunjukkan sebagian besar penyebab tidak telaksananya kegiatan bukan disebabkan oleh masalah teknis, melainkan masalah non teknis  seperti masalah ketersediaan rig yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan.

Tidak hanya itu, ia juga  mengapresiasi komitmen yang telah diberikan Total dalam pengelolaan kegiatan hulu migas.  Ia berharap apa yang dilakukan oleh Total bisa dicontoh oleh Kontraktor KKS lain untuk menjaga pencapaian target yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan itu, Rudi juga meminta kepada pengawas internal Total, untuk mengawasi penuh jalannya kegiatan, karena saat ini wewenang yang seharusnya dilakukan oleh SKK Migas sudah dilimpahkan kepada Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) seperti Total.

“Saya mengingatkan agar proses pengadaan barang dan jasa di KKKS dilakukan sesuai proses good corporate governance.  Utamanya pada proses pengadaan barang dan jasa di bawah $5 juta, karena pengadaannya telah dilimpahkan kepada KKKS,”  imbuhnya.

Sementara itu, sekretaris SKK Migas Gde Pradyana yang diwawancarai usai acara penandatanganan kontrak tersebut menyatakan bahwa perpanjangan kontrak yang dilakukan oleh Total terhadap jasa rig Apexindo tidak ada hubungannya dengan perpanjangan kontrak Total di Blok Mahakam, karena perpanjangan kontrak tersebut merupakan perpanjangan kontrak jasa rig yang berlaku hingga 2015.  Pemerintah sendiri menurutnya memang belum memutuskan perpanjangan kontrak Total di Blok Mahakam.

Saat disinggung mengenai RUU Migas ke depan, terutama mengenai  wacana agar UU migas yang baru bisa lebih detail memuat mengenai upaya penguatan migas dalam negeri, Gde menjawab bahwa yang paling mungkin adalah membuat sebuah undang-undang yang lebih longgar tanpa memuat detail, karena detailnya bisa dituangkan dalam peraturan pemerintah. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU