Rudi Rubiandini: 2 TCF Blok Mahakam Setara Dengan US$ 20 miliar!
Rudi Rubiandini (Foto: Ain/Seruu.com)
Jadi US$ 10 x 2 TSCF x 1 miliar MMBTU per TSCF = US$ 20 miliar - Rudi Rubiandini

Jakarta, Seruu.com - Sebelumnya telah ditegaskan Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana pada akhir masa kontrak Total E&P Indonesie tahun 2017 nanti,  diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF

"Jadi informasi yang disampaikan seolah-olah sisa cadangan gas pada tahun 2017 sebesar 10,1 TCF dan sisa cadangan minyak sebesar 192 juta barel jelas tidak mempunyai dasar," jelas Gde Pradnyana kepada wartawan, Selasa (12/2/13).

Jika memang cadangan blok Mahakam berupa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF, ini dia penjelasan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tentang kisaran cadangan tersebut bila dinominalkan.

Dalam RRR (Reserve Replacement Ratio) nilai pendapatan kotor gas adalah sekitar US$ 10 USD per MMBTU, "Jadi US$ 10 x 2 TSCF x 1 miliar MMBTU per TSCF = US$ 20 miliar," jelasnya melalui pesan yang diterima Seruu.com, Selasa (19/2/13).

Sementara dengan pengembalian investasi 40%, lanjutnya, sisa cadangan siap dibagi dan tinggal 12 miliar. Maka dibagi untuk kontraktor 30% nya menjadi US$ 3,6, sedangkan untuk NKRI 70% -nya menjadi US$ 8,4 miliyar.

"Semuanya dilakukan dalam 20 tahun kontrak, jadi dari modal Rp 80 triliun yang disediakan kontraktor, akan menjadi keuntungan kontraktor sebesar Rp 36 triliun rupiah selama 20 tahun, atau sekitar Rp 150 milyar per bulan.  Sedangkan NKRI sebesar Rp 84 triliun selama 20 tahun atau Rp 350 milyar per bulan," papar Rudi.

Dalam gambarannya kata Rudi, kontraktor menyediakan dana awal sekitar Rp 80 triliun terutama di tahun-tahun awal, diberi upah Rp 150 miliar sebulan dan memasukan pendapatan untuk rakyat di NKRI Rp 350 milyar per bulan selama 20 tahun. Maka yang diharapkan dengan hadirnya investor yang tetap berkolaborasi dengan BUMN/BUMD, juga untuk melakukan tambahan investasi eksplorasi yang sangat beresiko, bisa ratusan triliun hilang bila tidak berhasil.

"Nah bagian ini tidak dimiliki pihak BUMN/BUMD, sehingga masa depan cadangan migas teracam, bila hanya dikelola sendiri. Untuk bagian pengembangan sebesar Rp 80 triliun bisa saja BUMN/BUMD pinjam yg tentunya bunganya juga tinggi, namun untuk yang ratusan triliun eksplorasi, tidak akan ada bank yg mau masuk ke bisnis yang beresiko," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani tahun 1967, kemudian diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada tahun 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam tahun 1972 dalam jumlah yang cukup besar. Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu maka blok tersebut mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974.[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU