Pengamat Pertimahan: Wacik & Sukrisno 'Duet' Dukung Ilegal Mining
Jero Wacik (Dok.Seruu.com)
Jero itu paham betul permasalahan timah yang ada di Bangka Belitung, malah Ia menilai masyarakat Babel telah dizalimi. Tapi hingga hari ini tidak pernah ada yang mempersoalkan bahkan di tengah persoalan ilegal mining yang tak kunjung usai, Jero ingin meningkatkan produksi timah - Bambang Herdiansyah

Jakarta, Seruu.com – Menimpali pernyataan Ketua Umum Ikatan Karyawan PT Timah (IKT) Wirtsa Firdaus yang menganggap pernyataan Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, dalam raker di Komisi VII DPR RI kemarin yang meminta target timah nasional sebesar 100 ribu ton sangat tidak logis dan sebagai bentuk ketidakpedulian Wacik terhadap PT Timah.

Pengamat Pertimahan Indonesia Bambang Herdiansyah yang dihubungi Seruu.com menilai statement Wacik tersebut memiliki sinkronisasi dengan ungkapan Dirut  PT Timah (Persero) Tbk minggu lalu yang tengah berupaya menekan produksi, untuk mengerek harga timah, hal tersebut telah disampaikan kepada sejumlah konsumennya. Tujuannya tidak lain untuk mengerek harga timah yang saat ini telah lebih baik ketimbang tahun lalu.

“Produksi alhamdulillah kondisinya sudah bagus, harga juga sudah lebih bagus, kalo tahun lalu sekitar 17 ribu ton sekarang sudah 23 ribu ton, mudah-mudahan bisa 30 ribu ton, produksi juga kita kurangi,” ungkap Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk. Sukrisno kepada wartawan usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Timah dengan PLN guna mengamankan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan operasional PT Timah di Kantor Pusat PLN Jakarta (15/2/13).

Kutipan perkataan Sukrisno ini dianulir Bambang sejalan dengan pernyataan Jero Wacik.  Di satu sisi Jero menyatakan target produksi timah Indonesia 100 ribu ton, sementara Sukrisno justru menekan produksi.  Artinya, keduanya saling mendukung untuk membesarkan produksi timah ilegal di Bangka Belitung.

“Jero itu paham betul permasalahan timah yang ada di Bangka Belitung, malah Ia menilai masyarakat Babel telah dizalimi. Tapi hingga hari ini tidak pernah ada yang mempersoalkan bahkan di tengah persoalan ilegal mining yang tak kunjung usai, Jero ingin meningkatkan produksi timah,” ujar Bambang kepada Seruu.com di Jakarta sore ini, Selasa (19/2/13).

Ketidakseriusan Wacik memberantas  ilegal mining ini, juga patut dipertanyakan pada Direktur Jendral Mineral dan Batubara KESDM Thamrin Sihite, dimana ia menyebut ilegal mining berawal dari banyak aspek di masyarakat, mulai dari aspek ekonomi, kemampuan investasi juga lemahnya ketaatan akan hukum. Maka menyikapi permasalahan timah Babel yang kian parah ini, pemerintah kini memikirkan format baru untuk menekan illegal mining. Meski faktanya wacana tersebut belum ada progres sama sekali hingga saat ini.

“Format baru dalam pemberantasan illegal mining, kalau cuma penegakan hukum juga cuma datang  pergi jadi akan kita pikirkan konsep WPR (wilayah pertambangan rakyat) agar masyarakat terlibat dalam semua kegiatan,” ujarnya kepada Seruu.com di kantor KESDM Jakarta, Kamis (31/1/13) lalu.[Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU