ESDM Wajarkan Rencana Kenaikan LPG 12 Kg
LPG 12 Kg (Istimewa)
Kami tidak bisa memutuskan sendiri. Karena itu, kami minta ke Pak Menko untuk didiskusikan di tingkat Menko. Nanti kan ada masukan dari Menteri Keuangan (Menkeu) untuk masalah inflasi. Juga ada dari Menteri Perdagangan (Mendag). Nanti dibahas dampak kenaikannya - Susilo Siswoutomo

Jakarta, Seruu.com – Harapan PT Pertamina (Persero) seperti diungkapkan Direktur Utama-nya Galaila Karen Agustiawan agar pada kuartal pertama ini bisa menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) 12 kilogram (kg) sepertinya masih harus ditahan. Pasalnya hingga hari ini belum ada keputusan dari Kementrian Koordinator  Perekonomian akan usulan kenaikan LPG 12 kg dari harga Rp 70.200 ini menjadi Rp 96.600, yang diakui Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menanti penetapan oleh Menko Hatta Rajasa.
 

"Kami tidak bisa memutuskan sendiri. Karena itu, kami minta ke Pak Menko untuk didiskusikan di tingkat Menko. Nanti kan ada masukan dari Menteri Keuangan (Menkeu) untuk masalah inflasi. Juga ada dari Menteri Perdagangan (Mendag). Nanti dibahas dampak kenaikannya," kata Susilo di Jakarta, Jumat (22/2/13).

Dijelaskan oleh salah satu sumber di Ditjen Migas KESDM kepada Seruu.com, untuk harga jual ke masyarakat memang ditetapkan oleh Menteri ESDM yang diatur oleh Menko. Hal tersebut sesuai dengan peraturan undang-undang juga Perpres 64, sementara kewenangan DPR hanya pada penetapan volume juga asumsi.

Menurutnya kenaikan ini wajar dilakukan mengingat banyaknya kerugian yang telah diderita Pertamina, padahal di undang-undang Migas telah disebutkan tujuan dari Pertamina untuk mencari profit dan menjadi perusahaan besar.

“Ruginya banyak banget kasihan Pertamina, dulu di UU Migas kan tujuannya Pertamina capai profit dan menjadi perusahaan yang besar. Harusnya Pertamina bisa tetapkan harga sendiri, kalau diatur dalam UU-nya ada aspek harus mampu beli. Kalau Rp96 ribu kan masyarakat mampu beli”, katanya ketika dihubungi Seruu.com di Jakarta hari ini.

Di waktu yang sama, anggota Komisi VII DPR RI Dewi Aryani menungkapkan kenaikan LPG 12 kg ini belum dipaparkan oleh Pertamina secara komprehensif, terlebih soal dampak kenaikan dan alasan signifikan kenaikan itu sendiri. Dewi mengingatkan agar periha kerugian Pertamina sendiri harus dikaji kebenarannya.

“Kerugian Pertamina harus dikaji apa benar karena terkait LPG saja atau soal lain. Apa alasan kenaikan ini tidak memberatkan padahal menyakitkan rakyat pernyataan itu,” kata Dewi.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU