Kepastian Pemerintah Kunci Tingkatkan Proven Reserved BlokMahakam
Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati (Foto: Ain/Seruu.com)
Investasi minyak tidak langsung menghasilkan, ada lag untuk investasi dan dapatkan hasil. Ini problem di dalam timing investasinya, karena itu kepastian akan perpanjangan menjadi sangat penting. Kalau kepastian dilakukan lambat, artinya saat kontrak mau habis baru tahu siapa yang dapat hak pengelolaan otomatis produksi menurun dulu karena tidak ada investasi selama 5 tahun terakhir - Ninasapti Triaswati

Jakarta, Seruu.com - Kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani tahun 1967, lalu diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017. Pada kegiatan eksplorasi yang dilakukan tahun 1967 baru ditemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam tahun 1972 dalam jumlah yang cukup besar. Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan ini  blok Mahakam mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974.

Seperti diungkapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan cadangan terbukti di Blok Mahakam, seusai masa kontrak Total E&P Indonesie habis pada tahun 2017 hanya 2 TCF. Dengan ini Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengungkapkan perlunya dilakukan eksplorasi lain di lapangan Migas tersebut yang tentunya membutuhkan dana cukup besar. Mengingat tidak ada cadangan pasti di blok Mahakam, karena hanya cadangan potensial atau probable.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengkritisi pernyataan Rudi Rubiandini, menurutnya angka 2 TCF bukanlah angka fix karena jika ada kepastian lebih cepat dari pemerintah siapa nantinya yang akan mengelola blok Mahakam entah Pertamina ataupun tetap operator asing, maupun join maka akan mampu meningkatkan cadangan terbukti tersebut.

Istri alm. Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo ini menjelaskan, dengan makin cepatnya kepastian pengelolaan lapangan migas maupun perpanjangan kontrak dengan average fime lag (rata-rata tenggang waktu) minimal 6 tahun sebelum kontrak pengelolaan habis maka mampu meningkatkan proven reserved (cadangan terbukti) blok tersebut. Karena operator baru nantinya akan cepat melakukan investasi untuk mencari cadangan tersebut.

“Investasi minyak tidak langsung menghasilkan, ada lag untuk investasi dan dapatkan hasil. Ini problem di dalam timing investasinya, karena itu kepastian akan perpanjangan menjadi sangat penting. Kalau kepastian dilakukan lambat, artinya saat kontrak mau habis baru tahu siapa yang dapat hak pengelolaan otomatis produksi menurun dulu karena tidak ada investasi selama 5 tahun terakhir,” paparnya kepada Seruu.com di Jakarta, Sabtu (23/2/13).

Dari sisi ekonomi, Nina mengatakan investasi akan dilakukan terus menerus, katakanlah pada tahun 2017 habis tapi sekarang sudah tahun 2013 tapi siapapun 2017 belum tahu diperpanjang atau tidak kontrak Total atau justru diganti oleh operator lain. Yang menandakan semakin dekat dengan 2017, ketidakpastiannya makin tinggi.

“Yang sekarang angka 2 TCF underestimated, jelas pada 2012-2017 menurun ya memang ketiadaan investasi itu penyebabnya, kecuali 2012 ada kepastian. Total misalnya dapat, tentu dia dari jauh hari tidak rencanakan dulu sampai di dapat kepastian dulu, karena dia akan lakukan investasi baru itu yang akan tingkatkan perolehan baru kalaupun investasinya 5 tahun berarti 5 tahun lagi,” ujarnya.

Kesimpulannya, lanjut Nina, sebuah perusahaan yang merasa tidak pasti akan diperpanjang dia tidak melakukan investasi terus menerus setidaknya pada 5 tahun terakhir. Karena dia khawatir saat melakukan investasi malah rugi, selama kepastian itu tidak ada 5 tahun terakhir itu tidak ada investasi sama sekali atau minim untuk mencari tambahan proven reserved. Proven reserved-pun tidak akan bisa naik menjadi 5 TCF atau berapapun.

“Dari sisi ekonomi pertanyaannya kapan kepastian itu? entah buat Total atau lainnya yang bukan Total. Dari tehnik analisis ekonomi kecepatan berikan kepastian adalah faktor utama dalam investasi migas. kita harus punya dasar berpa dan apa saja perusahan yang menjadi dasar kepastian jarak 5 tahun ke depan sebelum berakhirnya ke depan sudah mendapat kepastian problemnya siapa yang ambil kepastian dalam keputusan kontrak seperti ini,” tandasnya.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU