Asisten Manajer CSR PT Antam Terlibat Korupsi Proyek 5,8 Milyar?
ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com – Proyek kerja sama pertanian terpadu PT Aneka Tambang dengan menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed ), dalam rangka program Coorporate Social Responsibility (CSR) di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Purworejo, Jawa Tengah diduga telah dikorupsi yang melibatkan Rektor Unsoed serta Asisten Manajer PT Aneka Tambang (Antam).

Seperti dilansir beberapa media, Kejaksaan Negeri Purwokerto Jawa Tengah telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Salah satu yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari dan disebut oleh media adalah Asisten Senior Manager CSR PT Antam yang berinisial SMJ.

Dalam pemberitaan tersebut SMJ diduga menerima fee cash back Rp 580 juta, atau sekitar 10 persen dari total nilai proyek sebesar Rp 5,8 miliar.  SMJ sendiri membantah keterlibatannya dalam kasus tersebut.  Hingga berita ini diturunkan, Corporate Secretari Antam belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi oleh Seruu.com.

Selain SMJ, Rektor Unsoed berinisial EY yang sebelumnya sempat membantah juga telah ditetapkan menjadi tersangka, demikian juga satu tersangka lainnya berinisial WH yang menjadi kasir proyek dana dari Antam. Tidak hanya menetapkan status tersangka Kejaksaan juga menyita mobil Toyota Inova bernopol R 6599 ZA milik EY dan mobil Terios milik WH, meskipun keduanya membantah mobil tersebut sebagai hasil korupsi.

EY diduga menerima transfer dana sebesar Rp175 juta dan satu unit mobil, namun seperti diberitakan oleh sebuah media nasional, penasihat hukumnya, Untung Waryono membantah tudingan tersebut. Namun sebelum ditetapkan sebagai tersangka, EY sudah tiga kali diperiksa kejaksaan. Dan, WH ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga membagi dana yang dikirimkan Antam kesejumlah pejabat yang terlibat dalam tim proyek kerja sama tersebut.

Untuk diketahui, dikutip dari salah satu media lokal radarbanyumas.co.id, pada 3 hari lalu (20/2/13), Kejari telah memeriksa Pembantu Rektor II, Eko Hariyanto, Asisten Senior Manager CSR PT. Aneka Tambang, SMJ, dan WH.

Dari pemeriksaan ketiganya, kejaksaan menemukan 98 kwitansi yang diduga merupakan aliran dana kerja sama antara Unsoed dengan PT Antam. Salah satu kuitansi bertulisakan nominal Rp 3,1 miliar.

"Pemeriksaan masih berlanjut dan tetap fokus pada dugaan penyimpangan dana Badan Layanan Umum 2011-2012," kata ketua tim penyidik kejaksaan negeri, Sunarwan.

Sebagai informasi, kerjasama PT Antam dengan Unsoed ditandangani pada 24 Mei 2010. Menurut sumber Tempo, proyek ini diajukan oleh Unsoed senilai Rp 9 miliar. Namun disetujui Rp 5,8 miliar. Duit turun dalam tiga termin. Termin pertama 55 persen pada September 2011. Termin kedua 35 persen, dan termin terakhir turun pada awal tahun, 10 persen.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU